kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45794,76   2,91   0.37%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Perburuan harta karun marak, Balai Arkeologi minta warga laporkan temuan


Jumat, 04 Oktober 2019 / 21:34 WIB
Perburuan harta karun marak, Balai Arkeologi minta warga laporkan temuan
ILUSTRASI. Perburuan harga karun marak, Balai Arkeologi minta warga laporkan temuan

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - PALEMBANG. Balai Arkeologi (Balar) Sumatera mengimbau kepada warga Dusun Serdang, Desa Kuala Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), untuk melaporkan hasil temuan benda bersejarah yang saat ini sedang diburu kepada dinas kebudayaan setempat.

Sebab, laporan itu nantinya bisa menjadi bahan untuk para arkelog meneliti jejak Sriwijaya di Kabupaten OKI. Kepala Balai Arkeologi Sumsel Budi Wiyana mengatakan, masyarakat sebetulnya boleh memiliki benda bersejarah tersebut.

Baca Juga: Sekitar 90% investor saham Indonesia gagal, simak cara ampuh para investor ini

Namun, terlebih dahulu harus dilaporkan kepada dinas kebudayaan setempat. Jika benda itu dilaporkan, Dinas Kebudayaan akan mengeluarkan surat kepemilikan atas barang yang dipegang oleh warga.

"Jadi sebetulnya warga boleh memiliki barang bersejarah itu, tapi tetap harus lapor. Setelah itu nanti akan diterbitkan surat kepemilikan. Dijual belikan boleh, tapi jangan dijual keluar negeri,"kata Budi, Jumat (4/10).

Budi menerangkan, jika hasil temuan benda bersejarah dijual keluarga negeri, bisa saja jejak sejarah akan hilang bahkan diklaim oleh negara luar, sebagai kebudayaan mereka.

"Jadi sistemnya seperti surat kendaraan motor, kalau dijual nama pemiliknya akan berubah. Itu gratis tidak dikenakan biaya,"ujarnya. Menurut Budi, jika barang atau perhiasan itu dilaporkan, para arkelog bisa tahu keberadaan barang serta merangkai alur sejarah tentang kerajaan Sriwijaya.

Baca Juga: Cara cerdas berinvestasi di pasar modal, komik edukasi BEI- Kontan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan beberapa waktu lalu, tiga Kecamatan di OKI, Karang Agung, Selapan dan Cengal merupakan kawasan pemukiman serta pelabuhan pada masa kerajaan Sriwijaya.

"Kemungkinan di situ adalah pelabuhan Kerajaan Sriwijaya karena menemukan kemudi kapal dilokasi tersebut,"ungkapnya. (Aji YK Putra)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Marak Perburuan Harta Karun, Balai Arkeologi Imbau Warga Laporkan Hasil Temuan", 




TERBARU
Terpopuler

[X]
×