Peristiwa

Pergerakan Tanah di Bogor, Puluhan Rumah Rusak Berat hingga Sedang

Rabu, 21 September 2022 | 18:56 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Pergerakan Tanah di Bogor, Puluhan Rumah Rusak Berat hingga Sedang

ILUSTRASI. Jalan ambles akibat pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Rabu (21/9/2022). Foto/BNPB.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warga terdampak akibat pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bertambah menjadi 278 KK atau 1.020 jiwa. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor pada Selasa (20/9), ada 246 rumah terdampak pergerakan tanah, dengan sedikitnya 9 rumah rusak berat dan 73 rumah rusak sedang. 

Selain itu, 1 fasilitas pendidikan dan mushola terdampak pergerakan tanah di Kabupaten Bogor. Ruas jalan Kampung Curug juga mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dilewati semua jenis kendaraan.

Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, sebanyak 11 KK atau 41 jiwa masih bertahan di pengungsian, mengingat situasi saat ini masih belum kondusif dan masih terjadi pergerakan tanah.

"Petugas BPBD yang dibantu dinas-dinas terkait Kabupaten Bogor memberikan pelayanan dasar kepada mereka yang mengungsi," katanya dalam siaran pers Rabu (21/9).

Baca Juga: BMKG Beri Peringatan Cuaca Besok Hujan Lebat, Provinsi Ini Waspada Bencana

Sementara listrik dipadamkan untuk menghindari terjadi hubungan arus pendek maupun hal lain yang tidak diinginkan. Selain itu, jalan darurat juga sedang dibangun warga.

Hanya, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di Kabupaten Bogor, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Dan, berdasarkan analisis pergerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor termasuk wilayah dengan potensi pergerakan tanah menengah hingga tinggi.

Merespons bahaya pergerakan tanah di Bogor, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada juga siaga terhadap potensi bencana susulan. 

Masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah terancam pergerakan tanah bisa melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman hingga situasi kondusif sesuai arahan pemerintah daerah setempat. 

Selanjutnya: Pedagang Pasar Keluhkan Harga Tepung Terigu yang Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru