Peringatan BMKG: Hujan Sangat Lebat Ancam 7 Provinsi Hingga 8 Maret, Cek Daftarnya!

Kamis, 05 Maret 2026 | 02:48 WIB
Peringatan BMKG: Hujan Sangat Lebat Ancam 7 Provinsi Hingga 8 Maret, Cek Daftarnya!


Sumber: Kompas.com  | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (4/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026).

Masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dalam periode tersebut.

Sebelumnya, BMKG mencatat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem terjadi di sejumlah daerah pada periode 26 Februari hingga 1 Maret 2026.

Curah hujan ekstrem tercatat di Papua Barat mencapai 133,2 mm per hari.

Selain itu, hujan lebat juga terjadi di DI Yogyakarta (79,6 mm per hari), dan Surabaya (71,2 mm per hari).

“Selama periode ini, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga tercatat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dengan curah hujan yang beragam,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Lantas, mana saja wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang pada 4-8 Maret 2026?

Baca Juga: Program Arus Balik Gratis dari Garut 2026 Dibuka, Hemat Biaya ke Jabodetabek

Faktor penyebab cuaca ekstrem

BMKG menjelaskan, peningkatan intensitas hujan dipengaruhi oleh kombinasi berbagai dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Salah satu pemicunya adalah kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S.

Selain itu, terjadi pertemuan angin Monsun dari utara dengan angin baratan dari Samudra Hindia di wilayah Indonesia bagian selatan.

BMKG mencatat, faktor lain yang turut berperan adalah aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) pada fase 3–4, yakni di wilayah Samudra Hindia hingga Maritime Continent (kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya).

"Aktivitas ini terpantau memengaruhi sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat, tengah, dan selatan," tulis BMKG.

Tak hanya itu, gelombang atmosfer ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Rossby juga terdeteksi aktif di sejumlah wilayah.

Gelombang ini berkontribusi terhadap meningkatnya pembentukan awan hujan.

Baca Juga: Waspada Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Lampung dan Bandar Lampung 4 Maret 2026

Dinamika atmosfer sepekan ke depan

BMKG memprakirakan, dalam sepekan ke depan berbagai fenomena atmosfer, baik skala global, regional, maupun lokal, masih akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Pada skala global, fenomena La Nina kategori lemah masih terdeteksi berdasarkan nilai indeks Nino3.4 dan SOI.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 90S diperkirakan berada di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

Selain itu, terdapat sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, serta pesisir barat laut Australia.

Sistem tekanan rendah tersebut membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi dan konfluensi) yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar Papua, perairan selatan NTT, dan Australia bagian utara.

BMKG juga memperkirakan fenomena MJO masih akan aktif dalam beberapa hari ke depan, bergerak ke fase 5 (Maritime Continent) hingga fase 6 (Western Pacific).

Kondisi ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.

Kombinasi MJO dan gelombang atmosfer diprakirakan aktif di Laut China Selatan, Samudra Hindia barat daya Lampung hingga NTT, Bali, NTB, NTT, pesisir selatan Jawa, serta perairan utara Bali hingga NTT.

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi mengalami peningkatan hujan dalam beberapa hari mendatang.

 

Tag

Terbaru