kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.935
  • EMAS714.000 1,28%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Petani Lebak dirikan desa wisata durian


Senin, 11 April 2016 / 17:26 WIB

Petani Lebak dirikan desa wisata durian

LEBAK. Petani Kabupaten Lebak, Banten, mendirikan desa wisata durian untuk mendongkrak pendapatan ekonomi daerah. Buah durian merupakan salah satu komoditas yang disukai masyarakat. 

"Kami yakin, desa wisata durian nantinya akan banyak dikunjungi wisatawan dari luar daerah," kata Ketua Kelompok Tani Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Hendi Suhendi di Lebak, Senin (11/4).

Potensi pengembangan tanaman durian di daerah ini sudah terlihat. Didukung lahan luas, masyarakat setempat terus memperluas pengembangan tanaman durian unggul. Selain itu keasaman tanahnya sangat cocok ditanami tanaman durian.

"Kami menegmbangkan desa wisata seluas 20 hektare dengan populasi sebanyak 2.000 pohon,"katanya.

Menurut dia, durian unggul dari tanam 100 pohon/hektare maka jika musim panen bisa produksi sebanyak 20 buah/pohon.

Apabila buah durian tersebut di pasaran seharga Rp 100.000 per buah, kata dia, petani dapat menghasilkan sebesar Rp 2 juta per pohon.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong warga Desa Sangkanwangi terus mengembangkan tanaman durian unggul hasil persemaian petani setempat.

"Kami optimistis desa wisata durian ini dapat mendongkrak ekonomi masyarakat juga dapat mengatasi kemiskinan," katanya.

Budidaya Durian Otong, Hepi, dan Matahari merupakan produk unggulan lokal yang dikembangkan petani Desa Sangkanwangi Kecamatan Leuwidamar. Harga jualnya pun tinggi di pasaran.

Saat ini, hampir semua petani di daerah setempat menanam durian itu di lahan miliknya karena bisa meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Kelebihan durian lokal tersebut tanpa biji, dengan buah tebal, rasanya manis, dan beraroma.

"Kami mengembangkan budi daya durian lokal itu guna mengantisipasi produk-produk impor," ujar Hendi.

Durian yang dikembangkan petani setempat sudah memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Banten.

Oleh karena itu, kata dia, mutu buah durian unggulan daerah tersebut tentu tidak diragukan lagi. Bahkan, petani sudah menjalin kerja sama dengan pengusaha supermarket di Provinsi Banten.

Desa wisata durian itu diharapkan banyak warga luar daerah datang ke tempat itu hanya untuk menikmati buah durian.

Petani Leuwidamar Ahmad mengaku bahwa dirinya mengembangkan durian unggulan itu di areal seluas 1,5 hektar.

Dia memperkirakan memanen buah itu pada tahun 2017. "Kami berharap durian itu bisa dipanen dan tidak terserang hama dan penyakit," katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Asep Suryana menjelaskan, selama ini Durian Otong dan Matahari menjadikan produk unggulan daerah dan dapat mendongkrak kesejahteraan petani.

Sentra durian lokal tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cirinten, dan Gunungkencana.

Daerah itu setiap tahun sebagai sentra penghasil durian terbesar di Banten.

"Kami mendorong petani mendirikan desa wisata durian guna meningkatkan pendapatan ekonomi mereka," katanya.


Sumber : Antara
Editor: Sanny Cicilia
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0568 || diagnostic_web = 0.3121

Close [X]
×