Jabodetabek

Pintu Air Katulampa Siaga III, Tinggi Muka Air Sempat Capai 110 Sentimeter

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:29 WIB
Pintu Air Katulampa Siaga III, Tinggi Muka Air Sempat Capai 110 Sentimeter

ILUSTRASI. Tinggi muka air Katulampa sempat siaga pada siang hari. Informasi ini krusial untuk antisipasi banjir di Jakarta. Cek data terbaru! (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tinggi muka air (TMA) di Pintu Air Katulampa, Bogor, mengalami fluktuasi sejak Jumat (23/1/2026) pagi hingga sore hari ini.

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, debit air sempat naik hingga menyentuh level siaga pada siang hari sebelum kembali menurun pada sore hari.

Mengutip laman resmi BPBD DKI Jakarta, TMA Katulampa pada pukul 08.00 WIB tercatat berada di angka 60 sentimeter dengan kondisi cuaca gerimis.

Baca Juga: Waspada Banjir! Jakarta Hujan Sejak Jumat 23/1 Pagi, Ini Cara Pantau Banjir Real Time

Kondisi tersebut masih bertahan hingga pukul 09.00 WIB dengan ketinggian air yang sama.

Pada pukul 10.00 WIB, tinggi muka air naik menjadi 70 sentimeter, masih dalam kondisi gerimis.

Kenaikan berlanjut pada pukul 11.00 WIB dengan TMA mencapai 90 sentimeter saat cuaca gerimis.

Puncak kenaikan terjadi pada pukul 13.00 WIB. Saat itu, tinggi muka air di Katulampa tercatat mencapai 110 sentimeter dengan kondisi cuaca gerimis, masuk dalam kategori siaga.

Setelahnya, pada pukul 14.00 WIB, tinggi air mulai menurun menjadi 100 sentimeter dengan kondisi cuaca mendung.

Penurunan masih berlanjut pada pukul 15.00 WIB. BPBD mencatat TMA berada di angka 100 sentimeter dengan cuaca mendung.

Sementara pada pembaruan terakhir pukul 16.00 WIB, tinggi muka air kembali turun menjadi 90 sentimeter (siaga III) dengan kondisi hujan.

Baca Juga: Waspada Jakarta: Hujan Ekstrem Mengancam Hari Ini, Siapkan Diri!

BPBD DKI Jakarta menyampaikan bahwa pemantauan pintu air dilakukan secara berkala setiap jam sebagai bagian dari sistem peringatan dini banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Informasi tinggi muka air ini menjadi acuan penting untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit air di wilayah hilir, terutama sepanjang aliran Sungai Ciliwung.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPBD DKI Jakarta, terutama jika curah hujan masih terjadi di wilayah hulu.

Selanjutnya: Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir, Berapa Harganya?

Menarik Dibaca: Berawan Tebal Mendominasi, Cek Prakiraan BMKG Cuaca Besok (24/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru