Infrastruktur

PLN hadirkan listrik 24 jam di 8 desa terpencil kabupaten Kupang

Senin, 19 Oktober 2020 | 11:49 WIB   Reporter: Dimas Andi
PLN hadirkan listrik 24 jam di 8 desa terpencil kabupaten Kupang

ILUSTRASI. PLN Jambi menerangi 9 desa

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas ekonomi warga dari 8 desa di Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang meningkat seiring listrik yang kini dapat menyala selama 24 jam.

Sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah hanya menikmati listrik selama 12 jam dengan kapasitas 245 kW yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Lelogama.

Saat ini, dengan tersambungnya interkoneksi sistem Takari – Lelogama, masyarakat dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh.

Baca Juga: PLN sukses mengalirkan listrik ke dua pulau terpencil di Kepulauan Riau

Untuk menghadirkan listrik selama 24 jam tersebut, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 25,11 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 28,21 kms, dan 7 buah gardu dengan total kapasitas 350 kiloVolt Ampere (kVA).

Bupati Kupang Korinus Masneno yang mewakili masyarakat Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah serta Desa Kauniki mengapresiasi keberhasilan PLN yang telah mengoperasikan listrik selama 24 jam penuh dan juga membangun jaringan listrik baru.

“Semoga tidak hanya berhenti di sini saja, namun tetap terus berupaya untuk melistriki daerah-daerah yang masih belum terang. Dengan hadirnya listrik di tengah masyarakat ini dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan,” ungkap Korinus dalam siaran pers di situs PLN, Minggu (18/10).

Mesak A. Tanaos selaku Kepala Desa Ohaem 1 Kecamatan Amfoang Selatan Kabupaten Kupang mengaku sangat bersyukur dan gembira atas beroperasinya listrik 24 jam di desanya.

Dia mengaku, aktivitas warga di masa lalu cukup terbatas lantaran nyala listrik hanya mencapai 12 jam dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi.

“Sekarang sudah 24 jam dan bisa full 100% memakai listrik. Kami dapat gunakan listrik di siang hari untuk keperluan mebel, jualan es kulkas, kios foto copy, printer, dan laptop di siang hari. Ini sunggu bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN memang menghadapi sejumlah tantangan akibat letak geografis di Kabupaten Kupang cukup menantang.

Baca Juga: PLN berhasil listriki dua pulau terpencil di Kepulauan Riau

Kendati demikian, dengan semangat dan tekad yang kuat untuk melistriki hingga pelosok negeri, PLN berhasil merealisasikan peningkatan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam kepada warga di dua kecamatan yang disertai pembangunan jaringan listrik baru.

“Semoga dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan roda perekonomian seperti UMKM, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” harap Jatmiko

Ia pun memastikan, setelah sistem isolated Lelogama sudah tersambung dengan jaringan 20 kV Sistem Timor, maka mesin pembangkit PLTD Lelogama tidak dioperasikan kembali.

Editor: Yudho Winarto


Terbaru