Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

PLN UID Jakarta Raya jamin ketersediaan pasokan listrik selama Pemilu 2019

Rabu, 16 Januari 2019 / 20:49 WIB

PLN UID Jakarta Raya jamin ketersediaan pasokan listrik selama Pemilu 2019
ILUSTRASI. Pembangunan Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan pasokan daya listrik akan terjaga dengan aman dan handal. Bahkan, antisipasi telah disiapkan khususnya di sejumlah objek vital dan momen penting seperti sesi debat Calon Presiden/Wakil Presiden yang akan dimulai besok, Kamis (17/1).

General Manajer PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Assad mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pantauan secara khusus terhadap objek-objek vital saat Pemilu. Antara lain Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Gedung Bawaslu, Mahkamah Kontitusi, Kantor KPU DKI Jakarta, Posko Pemenangan Paslon, dan Kediaman Capres Cawapres.


"Kehandalan pasokan juga disiapkan ke lokasi tempat Debat Capres Cawapres berlangsung, seperti Hotel Bidakara, Hotel Fairmont, Hotel Sultan, dan Hotel Borobudur," ujar Ikshan dalam pemaparan kesiapan PLN selama masa Pemilu/Pilpres, Rabu (16/1).

Ikhsan menjelaskan, perkiraan beban puncak pada bulan April 2019 nanti adalah sebesar 4.921,82 megawatt (MW). Ikhsan menegaskan, tidak ada kekhawatiran tentang kecukupan daya, sebab Jakarta Raya memiliki cadangan daya yang lebih dari cukup. "Kita punya cadangan yang banyak ya, jadi tidak ada kekhawatiran," katanya.

Ikhsan bilang, Pasokan listrik Jakarta berasal dari delapan subsistem, dengan total daya yang ada sebesar 11.000 MW. Kelistrikan Jakarta sendiri berasal dari sistem Jawa-Bali memiliki kapasitas 32.000 MW.

"Daya mampunya 32.000 MW, beban puncaknya Jawa-Bali 26.000 MW, maka kita punya cadangan kurang lebih 6.000 MW," jelasnya. Jumlah itu tak jauh beda dengan cadangan daya di Jakarta. Sebab, Ikhsan memaparkan, sejatinya kenaikan beban antara masa Pemilu/Pilpres dengan hari-hari biasa tak jauh beda.

Pada hari-hari biasa, beban puncak di Jakarta sebesar 4.900 MW. Jadi, kenaikan terjadi tidak begitu signifikan, yakni hanya sekitar 2%-3%. "Kita lihat tren-nya ada kenaikan-kenaikan di rumah tangga, mungkin banyak orang yang suka nonton debat. Pasti naik, tapi nggak signifikan" terangnya.

Adapun, untuk memastikan keandalan pasokan listrik, PLN UID Jakarta telah memastikan instalasi bekerja dengan baik, juga memasok listrik berlapis ke lokasi VIP Pemilu serta menambahkan Automatic Change Over (ACO) dan UPS.

PLN pun menyiagakan Unit Kabel Bergerak (UKB), Unit Gardu Bergerak (UGB), Mobil deteksi, Powerbank, dan UPS Mobile untuk memastikan percepatan pemulihan pasokan listrik. "Kita juga menyiagakan 701 personel untuk piket Pemilu Serentak 2019 dan juga menempatkan personel PLN pada instalasi PLN yang memasok lokasi penting Pemilu," tandasnya.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0629 || diagnostic_web = 0.2988

Close [X]
×