Politeknik Pembangunan Pertanian Kementan gelar pelatihan manajemen anti penyuapan

Rabu, 28 Juli 2021 | 16:42 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Politeknik Pembangunan Pertanian Kementan gelar pelatihan manajemen anti penyuapan

ILUSTRASI. Politeknik Pembangunan Pertanian Kementan gelar pelatihan manajemen anti penyuapan

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang (YoMa) Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memperbarui dan mewujudkan komitmennya untuk menjaga integritas institusi dan memberikan tingkat kepercayaan yang semakin baik kepada masyarakat.

Komitmen ini ditunjukkan digelarnya Pelatihan Pemahaman Intepretasi SNI ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada tanggal 21-23 Juli 2021 secara virtual.

Tergabung dalam pelatihan ini jajaran pimpinan Polbangtan YoMa serta pegawai bidang terkait ini bekerjasama dengan konsultan profesional sebagai narasumber. 

Direktur Polbangtan YoMa Bambang Sudarmanto  mengatakan bahwa  ujuan diadakannya pelatihan ini seluruh pegawai Polbangtan YoMa memahami apa yang dimaksud dengan sistem manajemen anti penyuapan sehingga diharapkan memiliki kesadaran dan komitmen untuk memegang teguh nilai-nilai kejujuran dalam menjalankan aktifitasnya.

Baca Juga: Mentan Syahrul Limpo sebut serapan KUR pertanian sudah lebih dari 40%

“Langkah ini merupakan salah satu cara kami untuk menambah pengetahuan dan pemahaman pegawai terkait Sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Lingkungan Pemerintahan,” ujar Bambang seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (28/7).

Lebih lanjut Bambang menambahkan bahwa pelatihan ini juga digelar dalam rangka untuk mempersiapkan pembangunan Zona Integritas (ZI) - WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) di lingkungan Polbangtan YoMa.

“Penerapan ZI-WBK/WBBM menuntut kita untuk menjalankan birokrasi yang transparan, bersih, efektif, dan efisien. Salah satu indikatornya yaitu lembaga harus bersih dari praktip suap dan gratifikasi. Membangun budaya antisuap memang awalnya harus dipaksa. Walaupun awalnya terpaksa lama-lama akan menjadi biasa dan kebiasaan. Sehingga pada akhirnya akan terbentuk budaya antisuap,” tegas Bambang.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pun menghimbau seluruh unit kerja di bawah BPPSDMP agar menjalankan Good Governments dalam aktifitasnya sehari-hari. 

Dalam pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut diawali dengan materi Pemahan SNI ISO 37001:2016 SMAP pada hari pertama dan dilanjutkan dengan materi Hubungan SMAP dengan ZI-WBK WBBM, workshop Study Analisa Resiko, Perancangan, serta Penulisan Informasi Terdokumentasi pada hari kedua dan ketiga.

Selanjutnya: Realisasi perlindungan sosial belum capai 20%, Jokowi minta kebut bansos

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru