Jabodetabek

PPKM mikro belum terlihat di sejumlah wilayah di Jakarta

Kamis, 11 Februari 2021 | 09:15 WIB   Reporter: Dityasa H. Forddanta, Yudho Winarto
PPKM mikro belum terlihat di sejumlah wilayah di Jakarta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro resmi diberlakukan sejak Selasa (9/2). Ada tujuh provinsi yang melakukan PPKM mikro, termasuk di DKI Jakarta.

Namun, belum terlihat adanya PPKM mikro di sejumlah titik di wilayah ibu kota. Seperti di wilayah Jakarta Barat misalnya. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya menyebut, belum terlihat ada petugas setempat yang menunjukan PPKM mikro mulai dijalankan di daerah tempat tinggalnya tersebut. "Tidak ada perubahan seperti PPKM sebelumnya," kata Christine, Rabu (10/2).

Sukarno Alatas, analis Kiwoom Sekuritas ini tinggal di bilangan Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Sama seperti Christine, dia belum melihat PPKM mikro tengah berlangsung. "Terlihat biasa-biasa saja," tandas Sukarno.

Jalan Bangka masuk dalam wilayah Kecamatan Pela Mampang. Sejumlah RW di wilayah ini merupakan zona merah Covid-19.

Baca Juga: Berlaku mulai 9 Februari 2021​, inilah aturan perjalanan internasional terbaru

Seperti diketahui, dalam PPKM mikro, pemerintah membagi tindakan pengendalian Covid-19 berdasarkan empat zona yakni zona hijau, kuning, oranye, dan merah. Suatu wilayah disebut zona merah Covid-19 apabila terdapat lebih dari 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama tujuh hari terakhir.

Hingga Rabu (10/2) ada tambahan 8.776 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.192.331 kasus positif corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus corona bertambah 19.040 orang sehingga menjadi sebanyak 992.492 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia bertambah 382 orang menjadi sebanyak 32.358 orang.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Baca Juga: PPKM tak efektif, Epidemiolog: Pengetatan, tapi bohongan

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru