KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mencatatkan progres signifikan. Hingga akhir Desember 2025, realisasi konstruksi proyek transportasi massal tersebut telah mencapai 89,22%.
Capaian tersebut dipastikan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ke lokasi proyek LRT Jakarta Fase 1B. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai target dan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kunjungan lapangan dihadiri Kepala Bidang Usaha Infrastruktur, Pariwisata, dan Kawasan BPBUMD Budi Purnama serta Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Jakpro Dian Takdir B. Rombongan meninjau langsung perkembangan konstruksi dan berbagai milestone yang telah dicapai, didampingi Tim Proyek LRT Jakarta Fase 1B serta kontraktor pelaksana KSO Waskita–Nindya–LRS.
Baca Juga: Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Peran Langgur sebagai Pintu Masuk Wisata Kei
Sejumlah struktur utama di sepanjang koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak, dan Jalan Sultan Agung telah tersambung. Sementara itu, pekerjaan track work telah mencapai 4,7 kilometer dari total 12,8 kilometer lintasan.
Adapun pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP) saat ini masih berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.
Pada kuartal I 2026, progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B ditargetkan meningkat hingga 92%. Target tersebut menjadi bagian dari tahapan menuju penyelesaian proyek pada Agustus 2026, seiring dengan kesiapan sistem, sarana-prasarana, serta integrasi layanan dengan moda transportasi publik lainnya.
Salah satu capaian krusial dalam proyek ini adalah tersambungnya perlintasan jalur layang kereta di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono pada 9 Januari 2026. Bentang girder sepanjang 120 meter tersebut menjadi titik penting karena melintas di atas jalan tol aktif tanpa penutupan total.
Konstruksi dilakukan dengan metode balanced cantilever guna menjaga presisi struktur sekaligus meminimalkan gangguan lalu lintas.
Keberhasilan tersebut menandai tersambungnya jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Jakpro Dian Takdir B. menegaskan komitmen Jakpro untuk memastikan pembangunan proyek strategis ini berjalan sesuai rencana.
LRT Jakarta Fase 1B kata dia merupakan proyek prioritas yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas transportasi publik dan daya saing Jakarta.
“Jakpro berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan—baik dari sisi teknis, keselamatan, maupun kesiapan operasional. Kolaborasi yang erat dengan BPBUMD, kontraktor, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mengawal proyek strategis ini,” jelas Dian dalam keterangan resmi, Rabu (14/1/2026).
Sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, lanjutnya, pengembangan LRT Jakarta Fase 1B diarahkan untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada 2028, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon melalui penggunaan transportasi publik berbasis listrik.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek 14 Januari: Waspada Hujan Ringan Merata
Selanjutnya: Chery Resmikan Dealer ke-72 di Indonesia, Dealer Pertama Hadir di Kupang
Menarik Dibaca: Kenali Filamen Sebasea dan 4 Cara Ampuh Hilangkan Bintik Hitam Mirip Komedo Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News