JAKARTA. Realisasi panen padi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga akhir Desember 2015 mencapai 81.694 hektare dari rencana panen seluas 82.766 hektare.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Langkat Yusfik Helmi, di Stabat, Senin, mengatakan, jumlah panen tersebut paling banyak dihasilkan dari Kecamatan Sei Bingei, Sirapit, Tanjungpra, dan Stabat.
Dari target panen seluas 82.766 hektare hingga sekarang ini terealisasi panen seluas 81.694 hektare atau sekitar 98,70 persen.
"Walaupun terdapat kekurangan dari rencana panen, tidak mengganggu target produksi padi mau pun beras. Kita yakin masih tetap swasembada beras hingga sekarang ini berdasarkan tingginya panenan yang dilakukan petani di berbagai kecamatan," katanya.
Selain itu, untuk panen padi gogo (ladang) juga cukup luas yakni mencapai 472 hektare dari rencana panen seluas 483 hektare atau 97,72 persen.
Keberhasilan panen itu tidak terlepas dari kesungguhan petani untuk mengolah lahan tadah hujannya menjadi lahan yang produktif dengan menanam benih unggul sehingga hasilnya dapat dirasakan.
Terutama pada daerah seperti Kecamatan Tanjungpura, Secanggang, dan Gebang, sehingga realisasi panen mendekati yang diharapkan oleh Dinas Pertanian Langkat.
Sementara itu, staf Bidang Produksi Dinas Pertanian Langkat Hamonangan Siregar menjelaskan, panen untuk tanaman holtikultura, palawija, dan sayuran tercapai.
Malah untuk tanaman sayuran ada yang melebihi target diatas 100 persen dari target tanam yang ditentukan.
Untuk tanaman sayuran yang melebihi target 100 persen panennya seperti terung 326 hektare panen dari target 303 hektare, ketimun panen 502 hektare dari target 395 hektare, bayam panen 176 hektare target dari panen 151 hektare, sawi panen 189 hektare dari target 141 hektare, dan kangkung panen 109 hektare dari target 76 hektare.
Sedangkan untuk pertanaman lainnya ada yang mendekati 90 persen seperti cabai, kacang panjang, tomat, jagung, dan semangka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News