KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbauan Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) langsung direspons dua pemerintah daerah di Kalimantan Barat.
Pemerintah Kota Singkawang dan Pemerintah Kabupaten Bengkayang mengambil langkah pengendalian penggunaan BBM sekaligus mengajak masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.
Pemerintah Kabupaten Bengkayang menerapkan pengaturan pembelian BBM jenis Pertalite melalui surat edaran yang disampaikan ke seluruh SPBU.
Baca Juga: Vivo, BP-AKR Batal Beli BBM Pertamina, ESDM Jadwalkan Rapat Lagi Jumat (3/10)
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menetapkan batas pembelian harian, mulai dari sepeda motor hingga mobil, sebagai upaya menjaga ketersediaan energi dan memastikan distribusi tetap merata.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat tetap dapat mengakses BBM secara adil dan merata,” tegas Sebastianus dalam siaran pers, Kamis (19/3/2026).
Selain pembatasan pembelian, penggunaan jerigen juga diatur secara ketat dan hanya diperbolehkan dengan surat rekomendasi dari instansi terkait.
Pemerintah daerah turut menyesuaikan jam operasional SPBU dengan penutupan sementara pada pukul 00.00 WIB guna mengendalikan distribusi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Singkawang memastikan pasokan BBM dari Pertamina dalam kondisi normal tanpa kendala distribusi.
Baca Juga: Udara Kabur di Pontianak Hari Ini, Cek Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menilai antrean panjang yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh perilaku panic buying di tengah masyarakat.
“Penyaluran BBM berjalan normal. Antrean terjadi karena kepanikan masyarakat,” ujar Tjhai.
Ia juga memperingatkan keras adanya potensi penimbunan atau penyalahgunaan pembelian BBM menggunakan jerigen. Pemerintah, kata dia, akan menjatuhkan sanksi tegas bagi pelaku maupun SPBU yang melanggar aturan distribusi.
“Jika kedapatan, sanksi berat menanti baik bagi pelaku maupun SPBU yang melayani,” tegasnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat: Pontianak dan Lainnya Kompak Cerah Berawan
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas distribusi, memastikan pasokan tetap tersedia, serta mencegah antrean panjang di SPBU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News