HOME

Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di lereng Gunung Merapi

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 19:46 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di lereng Gunung Merapi

ILUSTRASI. Ganjar Pranowo bersafari kurban ke desa terpencil di kaki Gunung Merapi, 1 Agustus 2020 untuk membagikan daging kurban.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Provinsi Jawa Tengah saat ini memang tengah sibuk untuk mengerem laju pertambahan jumlah kasus baru virus corona di Jawa Tengah. 

Meskipun demikian, fokus penanganan pandemi virus corona itu tak mengurangi kegiatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mengunjungi warganya, khususnya warga di lokasi-lokasi daerah terpencil.

Salah satu daerah terpencil di Jawa Tengah adalah wilayah Dusun Girpasang Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi  

Senyum Padmo Sudarno,70, langsung merekah saat melihat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tiba di depan rumahnya, Sabtu (1/8). 

Dengan ramah, Mbah Padmo yang merupakan sesepuh Dusun Girpasang Desa Tegalmulyo Klaten ini mempersilahkan Gubernur Ganjar Pranowo masuk dan beristirahat.

Maklum saja, saat Ganjar Pranowo tiba, nafasnya terlihat ngos-ngosan. 

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Bagaimana tidak, untuk sampai di rumah Mbah Padmo, ia harus jalan kaki naik turun jurang selama kurang lebih 45 menit. 

Jalan setapak yang dibuat dari semen itu meliuk-liuk di bawah jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter-200 meter.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kalo kamu lihat tungku seperti di depanku ini, kamu inget apa atau siapa? Cerita terpilih dapat kaos

A post shared by Ganjar Pranowo (@ganjar_pranowo) on

 

Ganjar Pranowo memang sengaja memperingati hari Hari raya Idul Adha tahun ini dengan cara yang berbeda. 

Jika biasanya Ganjar Pranowo berkurban dengan mengirim sapi ke masjid-masjid, kali ini ia rela mengunjungi desa terpencil di Klaten itu untuk membagikan daging kurban kepada warganya.

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Ganjar Pranowo pun berharap masyarakat tetap hidup rukun dan selalu menjaga kesehatan di tengah pandemi virus corona Covid-19. 

Selain itu, apabila ada hal yang mendesak, Ganjar Pranowo meminta warga untuk tidak segan meminta bantuan pada aparat pemerintah setempat.

Sementara itu, bantuan daging kurban dan sembako itu diterima masyarakat Girpasang dengan suka cita. Mereka tidak menyangka, seorang Gubernur mau datang ke tempat terpencil itu untuk memberikan daging kurban.

Sekadar gambaran, Dusun Girpasang Desa Tegalmulyo Klaten merupakan salah satu wilayah terpencil di Provinsi Jawa Tengah. 

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Lokasi dusun ini hanya sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun dari arah pusat kota Klaten, jaraknya sekitar 35 kilometer.

Hanya saja infrastruktur untuk menuju lokasi di perbukitan ini memang masih jauh dari layak. 

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Untuk menuju dusun ini belum bisa menggunakan kendaraan bermotor, karena harus melintasi jurang dengan kedalaman hingga 200 meter.

Agar bisa mencapai lokasi tujuan maka kita harus melakukan perjalanan menelusuri dasar jurang dan mendaki lagi meniti jalan setapak hingga sampai ke Dusun Girpasang.

Dusun Girpasang hanya dihuni oleh kurang dari 50 orang penduduk yang tinggal di sekitar belasan rumah.

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Kalau dihitung secara jarak memang terlihat tidak jauh cuma sekitar 2 kilometer. Tapi medan turunan yang curam dan tanjakan yang vertikal jelas akan menguras tenaga.

Sebagai pembanding jika kita berjalan di tempat yang datar untuk menempuh jarak sekitar dua kilometer paling lambat sekitar 20 menit -25 menit. Tapi untuk menuju Dusun Girpasang perlu waktu tak kurang dari 45 menit dengan jarak berkisar 2 kilometer.

Namun, untuk angkutan barang, warga desa setempat menggunakan bantuan bentangan kawat seling yang melintasi dan menghubungkan dua bibir jurang  sedalam 200 meter. 

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Hanya saja kawat seling ini hanya bisa dipakai untuk mengangkut barang dan hewan ternak dalam jumlah yang sangat terbatas bagi warga dusun. Kawat seling ini tidak bisa dipakai untuk mengangkut orang karena terlalu berisiko tinggi bagi keselamatan.

Saat Ganjar Pranowo blusukan bersafari kurban ke desa terpencil di Gunung Merapi

Editor: Syamsul Azhar


Terbaru