KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengembangkan sistem lampu lalu lintas pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengurai kemacetan di ibu kota.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Himawan, mengatakan bahwa teknologi ini kini sudah terpasang di 115 titik dari 321 simpang, atau sekitar 35,8 persen.
“115 simpang yang telah dikembangkan menjadi sistem ITCS. 35,8 persen dari total 321 simpang bersinyal yang ada di Jakarta,” kata Ujang saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Ada Apa di Kota Tua? Jalan Ditutup Total Sampai Februari Karena Lisa BLACKPINK!
Ujang menjelaskan bahwa sistem Intelligent Traffic Control System (ITCS) ini mampu mengatur durasi lampu hijau secara real-time. Bahkan AI mampu memprediksi volume kendaraan hingga satu jam ke depan.
“Sistem ini bekerja secara hybrid, yaitu menerapkan waktu hijau adaptif secara real-time untuk merespons kondisi aktual di lapangan, sekaligus didukung oleh predictive system yang mampu memprediksi volume lalu lintas hingga 60 menit ke depan berbasis data histori,” kata Ujang.
Sistem ITCS Jakarta dilengkapi recognition system yang bisa mengenali jenis kendaraan, membaca pelat nomor, dan mendeteksi pelanggaran lalu lintas.
Sementara predictive system memungkinkan pengaturan waktu lampu hijau minimum dan maksimum secara optimal, sehingga arus lalu lintas di persimpangan lebih lancar dibanding metode konvensional.
Pemilihan simpang yang menggunakan sistem ini mempertimbangkan karakteristik simpang, volume lalu lintas, dan prioritas area pusat kota serta jalur keluar-masuk provinsi.
Selain itu, pengembangan sistem ini juga memperhatikan koordinasi antar-simpang agar membentuk jaringan jalan terintegrasi.
Baca Juga: Waspada! Aturan Ganjil Genap Puncak Berlanjut Akhir Pekan Ini
Meski begitu, ada beberapa kendala untuk memasang ITCS, seperti adanya galian atau pekerjaan jalan.
Selain itu, vandalisme yang merusak kabel lampu lalu lintas juga turut memengaruhi.
Meski demikian, pemantauan dilakukan secara terpusat melalui Network Operation Center (NOC), sehingga sistem selalu diperbarui secara otomatis.
Dengan penerapan lampu lalu lintas pintar berbasis AI ini, DKI Jakarta berharap kemacetan dapat berkurang, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan emisi karbon (CO2) dapat ditekan.
Selanjutnya: Celios Sebut Ada Kejanggalan dari Impor 105.000 Unit Pikap Agrinas, Apa Saja?
Menarik Dibaca: Promo Tiket Pelni Lebaran: Diskon 30% Bikin Mudik Hemat, Cek Syarat dan Ketentuannya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News