kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Sebanyak 12 TKA asal China mengajukan izin tinggal darurat di imigrasi Dumai


Selasa, 17 Maret 2020 / 15:22 WIB
Sebanyak 12 TKA asal China mengajukan izin tinggal darurat di imigrasi Dumai
ILUSTRASI. Sebanyak 12 TKA asal China mengajukan izin tinggal darurat lewat imigrasi Dumai. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc/16.

Sumber: TribunNews.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - PEKANBARU. Kepala Imigrasi Dumai, Gelora Ginting mengaku ‎hingga Selasa (17/3), imigrasi Dumai telah menerima pengajuan izin tinggal darurat dari 12 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.

‎Ia menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Bebas Visa Kunjungan, Visa dan Pemberian Tinggal Keadaan Terpaksa Bagi Warga Negara China, yang bersangkutan tidak bisa pulang ke negaranya karena akses menuju China maupun sebaliknya ditutup, sehingga harus mengajukan izin tinggal darurat.

Baca Juga: Pebisnis hotel desak pemeritah evaluasi stimulus pariwisata

Ia mengatakan ke 12 WNA China itu merupakan pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan sudah masuk ke Dumai sebagai tenaga kerja asing (TKA) sebelum kasus Covid-19 merebak di negara China.  "Kitas TKA tersebut mau habis masa berlakunya pada Februari 2020 lalu, mereka mau pulang tapi tidak bisa, mereka kerja di beberapa perusahaan di Kota Dumai," katanya, Selasa di kantor Imigrasi.

Ginting menerangkan, izin tersebut berlaku selama 30 hari dan bisa diperpanjang lagi selama 30 hari lagi sampai kondisi kembali normal. "Sejauh ini baru TKA China yang mengajukan izin tinggal darurat," kata dia.

Dia mengaku, saat ini sudah mendapatkan informasi terkait lockdwon Malaysia sehingga juga mempengaruhi keberangkatan maupun kedatangan dari Malaysia. "Informasi hari ini terakhir, kami masih menunggu Informasi lanjutan," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah kota Tangerang akan tutup pusat perbelanjaan selama dua pekan

Saat ditanya terkait permohonan pembuatan paspor, Ginting mengaku, untuk permohonan pembuatan paspor jauh menurun, biasanya dalam sehari bisa 20 sampai 30 pemohon, sedangkan saat ini hanya ada 5 sampai 10 pemohon saja. "Memang ada penurunan yang signifikan untuk pemohon pembuatan paspor, diduga karena dampak dari Covid-19," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "12 TKA Asal China Ajukan Izin Tinggal Darurat di Kota Dumai"



TERBARU

[X]
×