kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sebanyak 300 mahasiswa Papua pulang kampung, gubernur kebingungan


Senin, 09 September 2019 / 13:15 WIB
Sebanyak 300 mahasiswa Papua pulang kampung, gubernur kebingungan
ILUSTRASI. GUBERNUR PAPUA LUKAS ENEMBE

Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAYAPURA. Sekitar 300 mahasiswa asal Papua, yang sebelumnya berkuliah di sejumlah daerah di Indonesia, kini telah kembali ke Jayapura. 

Mengetahui hal tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku kaget, karena sebelumnya Panglima TNI dan Kapolri telah memberikan jaminan keamanan bagi mahasiswa dan pelajar asal Papua yang menempuh pendidikan di luar Papua. 

"Memang sudah ada imbauan dari kita, saya arahkan waktu itu, kalau di NKRI tidak aman, kita pulangkan. Tapi ini aman, kenapa pulang, untuk apa?" tutur Lukas di Jayapura, Senin (9/9). 

Baca Juga: Perkenalkan bido, kelapa berpohon pendek asli Pulau Morotai

Lukas menyayangkan sikap para mahasiswa yang tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah yang mengirim mereka berkuliah. Terlebih, saat ini proses rekonsiliasi sedang dilakukan dan seluruh institusi terkait telah memberikan jaminan keamanan bagi seluruh mahasiswa asal Papua. 

Namun, Lukas memastikan pemerintah daerah akan bersedia memfasilitasi para mahasiswa tersebut bila mereka bersedia kembali berkuliah di tempat sebelumnya. 

"Jadi sekarang ini kita pusing mau taruh mereka (kampus mana). Kita akan panggil Gubernur, MRP dan DPR Papua Barat, Direktur Unima, Rektor Uncen dan para bupati/wali kota untuk bicara kepulangan mahasiswa dalam jumlah besar tanpa pemberitahuan," ujar Lukas. 

Lukas mendapat dapat informasi bahwa sudah lebih dari 300 mahasiswa asal Papua yang telah kembali ke Jayapura.

Baca Juga: Kominfo: Layanan data di Nabire dan Dogiyai Papua dibuka mulai malam ini

Sebelumnya diberitakan, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib menyebut sudah ada utusan dari Kapolri yang meminta MRP meninjau kembali maklumat yang dikeluarkan. 

Isi maklumat tersebut salah satunya adalah, apabila mahasiswa dan mahasiswi Papua tidak merasa nyaman, dan tidak ada perlindungan dari provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, untuk kembali ke Papua. 

"Kami akan menggelar rapat untuk melihat kembali maklumat kita karena jangan-jangan maklumat kita itu dijadikan dasar oleh adik-adik kita pulang," kata Timotius. (Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "300 Mahasiswa Pulang Kampung, Gubernur Papua Kebingungan"




TERBARU

Close [X]
×