Sosialisasi Sadar Wisata Bromo-Tengger-Semeru Dorong Sinergi Pengembangkan Pariwisata

Rabu, 29 Juni 2022 | 22:57 WIB   Reporter: Yudho Winarto
Sosialisasi Sadar Wisata Bromo-Tengger-Semeru Dorong Sinergi Pengembangkan Pariwisata

ILUSTRASI. Pengunjung menikmati pagi hari kawasan gunung Bromo dari pos pengamatan Pananjakan I Kab. Pasuruan Jawa Timur, Kamis (19/9).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Sadar Wisata, yang merupakan bagian dari rangkaian program Kampanye Sadar Wisata.

Kali ini Sosialisasi Sadar Wisata bertempat di Destinasi Pariwisata Prioritas Bromo-Tengger-Semeru (BTS), tepatnya di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang yang berlangsung selama dua hari, yaitu Selasa-Rabu (28-29 Juni 2022).

Lima desa wisata yang menjadi lokus terselenggaranya Sosialisasi Sadar Wisata di wilayah BTS untuk tahap pertama adalah Desa Wisata Wonokitri, Tosari, dan Podokoyo di Kabupaten Pasuruan, serta Desa Wisata Ngadisari dan Wonotoro di Kabupaten Probolinggo, serta Desa Wisata Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Sebelumnya, saat menghadiri Sosialisasi Sadar Wisata pekan lalu di Lombok Barat, Sabtu (25/6), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, potensi pariwisata harus dikelola melalui berbagai aspek, seperti kebersihan, keramahtamahan, keamanan dan kenyamanan, dan yang tak kalah penting adalah peran aktif warga desa wisata dalam mengangkat keunggulan daerahnya masing-masing,

“Warga harus betul-betul sadar wisata, menjadi  bagian dari kekuatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif,” papar Sandiaga dalam keterangannya.

Baca Juga: Sandiaga Uno Tekankan Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata

Sandiaga menegaskan, Indonesia memiliki keindahan alam luar biasa, kebudayaan yang sangat luhur namun harus tingkatkan terus dengan konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Untuk itu, dibutuhkan keterlibatan para pelaku wisata maupun warga desa wisata.

Terkait keterlibatan warga desa dan para pelaku wisata dalam perkembangan pariwisata, pada kesempatan sebelumnya, Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Frans Teguh menegaskan, pentingnya kontribusi setiap pihak dalam mengembangkan industri pariwisata.

“Pariwisata adalah bisnis tentang kepercayaan sehingga semua pelaku pariwisata harus mengambil peran dan berkontribusi, tourism is everybody business,” terangnya, pada Sabtu (11/6).

Frans menegaskan kekuatan pariwisata saat ini berada di wilayah pedesaan, sehingga hal paling mendasar dan diperlukan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas adalah standar pelayanan yang prima sebagai tuan rumah.

Editor: Yudho Winarto

Terbaru