Tahap Pertama Pembangunan Jalur Ganda KA Solo – Semarang Fase I Hampir Rampung

Sabtu, 30 Juli 2022 | 16:24 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Tahap Pertama Pembangunan Jalur Ganda KA Solo – Semarang Fase I Hampir Rampung

ILUSTRASI. Tahap Pertama Pembangunan Jalur Ganda KA Solo – Semarang Fase I Hampir Rampung. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Tahap pertama pembangunan jalur ganda KA Solo – Semarang Fase I hampir rampung. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng), Putu Sumarjaya.

Putu menerangkan, pekerjaan pada Tahap 1 adalah detour track atau pengalihan jalur kereta sementara. Meski dalam masa pembangunan, pihaknya harus pastikan layanan kereta yang melintas di jalur tersebut bisa tetap beroperasi. Seperti kereta antar kota, kereta aglomerasi Joglosemarkerto dan kereta Bandara Adi Soemarmo.

Ia menjelaskan, pekerjaan detour track dimulai sejak Februari 2022, diawali dengan pembangunan tubuh baan di sisi barat jalur KA eksisting.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dan LRT Jabodebek Terganjal Biaya

Lalu, dilanjutkan pekerjaan relokasi saluran untuk mengakomodir tubuh baan pada Mei sampai dengan Juli 2022 yang mengakibatkan terjadinya penyempitan jalan sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pembangunan.

Putu melanjutkan, bahwa sejak Mei 2022, pihaknya intens berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Dinas Pekerjaan Umum Kota Surakarta, Satlantas Kota Surakarta, Satlantas Kabupaten Karanganyar, Badan Usaha Jalan Tol, Organda serta perangkat desa di sekitar Simpang Joglo.

Sebelum memulai pekerjaan, pihaknya melakukan sosialisasi rekayasa lalu lintas baik secara offline dan online.

Kemudian pada Juni 2022 lalu, pihaknya melakukan sosialisasi di Convention Hall Terminal Tirtonadi dan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi. Rute pengalihan arus juga disosialisasikan melalui media sosial resmi BTP Jabagteng.

Putu bersyukur program pembangunan ini mendapat sambutan dan dukungan baik dari masyarakat, pembayaran ganti kerugian sampai dengan pengalihan rute selama masa konstruksi berjalan lancar. Ia juga berterima kasih kepada pemangku kepentingan terkait, khususnya kepada masyarakat Surakarta dan sekitarnya atas dukungan dan kerja sama yang baik di tahap 1 pembangunan ini.

Baca Juga: Di Antara Jatinegara dan Manggarai, Stasiun Matraman Permudah Mobilitas Pengguna KRL

Menyusul pekerjaan detour track, direncanakan akan dilakukan Switch Over pada minggu kedua Agustus 2022. Pembangunan dilanjutkan dengan pekerjaan struktur pilar jalur KA layang.

“Pengerjaan pekerjaan struktur pilar ini direncanakan selama 7 bulan (Agustus 2022-Februari 2023)," kata Putu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/7).

Putu menyebut, di pembangunan tahap 2 akan terjadi penyempitan di Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Manunggal dan Jalan Solo Purwodadi. Untuk mobilitas masyarakat dengan kendaraan pribadi, pihaknya merencanakan rekayasa lalu lintas 1 arah di ketiga ruas jalan tersebut.

"Detail rutenya tinggal menunggu pembahasan final dengan Dishub Kota Surakarta,” jelas Putu.

Putu mengatakan, di Surakarta per Agustus 2022 ini ada beberapa pembangunan infrastruktur yang pengerjaannya berbarengan, hal ini tentu saja menimbulkan titik-titik kemacetan. Ia berharap masyarakat Surakarta dan sekitarnya terus mendukung tahapan demi tahapan pembangunan ini.

"Mohon masyarakat dapat bersabar sebentar, hindari titik kemacetan di sekitar lokasi pembangunan, rencanakan waktu perjalanan dengan baik agar tetap produktif dalam berkegiatan seperti sekolah, bekerja serta aktivitas ekonomi dan sosial lainnya,” imbau Putu.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Manggarai Dipilih Menjadi Stasiun Sentral Terbesar di Indonesia

Sebagai informasi, pembangunan jalur ganda KA Solo – Semarang Fase 1 (Solo Balapan – Kalioso sepanjang 10 Km) ditujukan untuk meningkatkan kapasitas lintas perjalanan kereta api (96 KA/hari menjadi 144 KA/hari) dan mengurai kemacetan di Simpang Joglo, Surakarta.

Simpang ini menjadi simpang paling sibuk di Surakarta karena menjadi titik pertemuan jalan lokal, jalan kota, jalan provinsi, jalan nasional hingga jalur kereta api. Kondisi saat ini, diperlukan waktu sekitar 15 menit untuk mengurai kepadatan kendaraan motor setelah kereta melintas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru