KONTAN.CO.ID - Jakarta. Penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra dan Aceh sudah berlangsung lebih dari sebulan. Namun penanganan masih belum tuntas hingga awal tahun 2026. Banyak daerah masih berstatus tanggap darurat bencana. Uluran bantuan dari masyarakat dan pemerintah diharapkan terus berlanjut.
Sebanyak 11 daerah kabupaten/kota di Pulau Sumatera masih berstatus tanggap darurat bencana pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.
Kepala Pusat Data dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, 11 daerah tersebut berada di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat. Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara telah sepenuhnya keluar dari status tanggap darurat.
“Untuk Sumatera Utara, saat ini sudah tidak ada kabupaten/kota yang berstatus tanggap darurat. Seluruhnya telah masuk ke fase transisi darurat,” ujar Abdul dalam jumpa pers, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Mulai Tahun Ini, Ditjen Pajak Bisa Mengintip Data E-Wallet hingga Kripto
Abdul menjelaskan, sebelumnya terdapat dua kabupaten/kota di Sumatera Utara yang masih berstatus tanggap darurat. Namun, status tersebut tidak diperpanjang sehingga kini sebanyak 14 kabupaten/kota di provinsi tersebut berada dalam masa transisi darurat menuju pemulihan.
Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, perpanjangan status tanggap darurat hanya berlaku di Kabupaten Agam. Wilayah ini masih mengalami longsor susulan berupa banjir lumpur bercampur batu besar atau dikenal masyarakat setempat sebagai galodo.
“Di bagian hulu masih terdeteksi rekahan-rekahan tanah. Jika terjadi hujan dengan intensitas sedang namun durasi lama, potensi longsor susulan masih ada,” kata Abdul.
Selain Kabupaten Agam, seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat telah beralih ke status transisi darurat.
Adapun di Provinsi Aceh, sebanyak 10 kabupaten masih memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi. Sementara delapan daerah lainnya telah memasuki fase transisi darurat.
Tonton: Pemerintah Gratiskan PPh 21 untuk Gaji Rp 10 Juta pada 2026
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, 10 kabupaten di Aceh memperpanjang status tanggap darurat dengan rentang waktu berbeda, antara lain:
- Aceh Tamiang
- Bireuen
- Aceh Timur
- Aceh Tenggara
- Aceh Tengah
- Aceh Utara
- Bener Meriah
- Gayo Lues
- Pidie
- Pidie Jaya
Sekretaris Daerah Aceh sekaligus Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, M Nasir, menyatakan bahwa perpanjangan status ini diperlukan agar proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan lebih optimal di lapangan.
“Perpanjangan status tanggap darurat bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berjalan maksimal, terutama pada wilayah yang masih terdampak berat,” ujar M Nasir.
Dalam perkembangan terbaru, BNPB mencatat hingga Minggu (4/1/2026) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.177 orang.
Baca Juga: Mendikdasmen: Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumatra Berjalan Mulai Senin (5/1)
Sementara itu, jumlah korban yang masih dalam pencarian tercatat sebanyak 148 jiwa, setelah adanya koreksi data dari pemerintah desa, kecamatan, serta keluarga korban.
BNPB juga melaporkan jumlah pengungsi di Provinsi Aceh mengalami penurunan. Saat ini, total warga yang masih mengungsi mencapai 242.174 jiwa.
Dari sisi infrastruktur, jalur jalan nasional di Provinsi Aceh telah kembali fungsional meskipun masih terdapat beberapa titik yang dalam proses perbaikan jembatan, khususnya di jalur Bireuen–Bener Meriah.
Pemerintah juga memfokuskan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjelang hari pertama masuk sekolah pada Senin (5/1/2026), serta terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih melalui mobil tangki, toren, hidran, dan sumur bor di wilayah terdampak.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/01/05/05263381/11-daerah-masih-berstatus-tanggap-darurat-usai-bencana-banjir-sumatera?page=all#page2
.
Selanjutnya: OJK Restui KUB, Bank Jatim Suntik Modal Rp 100 Miliar ke Bank Lampung
Menarik Dibaca: Promo Flash Sale Burger Bangor Via GoFood sampai 16 Januari, 2 Burger Harga Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News