UPDATE Positivity rate corona di Jakarta Selasa (14/9) makin rendah mencapai 1,6%

Rabu, 15 September 2021 | 07:00 WIB   Reporter: Syamsul Ashar
UPDATE Positivity rate corona di Jakarta Selasa (14/9) makin rendah mencapai 1,6%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengendalian pandemi corona di Jakarta terus menunjukkan hasil positif sehingga tingkat positivity rate corona yang terus melandai.

Hal ini terlihat dari angka positivity rate corona di Jakarta atau persentase kasus positif sepekan terakhir yang terus membaik.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat positivity rate corona di Jakarta sebesar 1,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,2%. Sebagai catatan WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

Baca Juga: UPDATE Corona di Jakarta, Selasa (14/9) positif 190, sembuh 500, meninggal 3

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia  memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni Selasa (14/9), Dinas Kesehatan telah melakukan tes PCR corona di Jakarta dengan total sebanyak 17.325 spesimen. 

Dari jumlah tes corona di Jakarta tersebut, sebanyak 15.592 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 190 positif dan 15.402 negatif. 

Selain itu, fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga melakukan tes antigen tes corona di Jakarta hari Selasa (14/9) sebanyak 13.744 orang dites, dengan hasil 11 positif dan 13.733 negatif.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, 14 September: Tambah 4.128 kasus baru, tetap disiplin prokes

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk tes corona di Jakarta Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. 

"Target ini tes corona di Jakarta telah terlampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 121.671 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 565.470 per sejuta penduduk," terangnya.

SELANJUTNYA>>>

Editor: Syamsul Azhar
Terbaru