Wapres Gibran Tinjau Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi SMGR di Tuban

Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:31 WIB
Wapres Gibran Tinjau Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi SMGR di Tuban


Reporter: Noverius Laoli  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, meninjau proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi PT Semen IndonesiaTbk (SMGR) atau SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (6/3/2026).

Kunjungan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, serta jajaran direksi SIG.

Proyek yang dikelola anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, menargetkan menjadi fasilitas ekspor semen berkapasitas besar dengan teknologi modern untuk mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan. 

“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global,” ujar Gibran seperti dikutip dari siaran pers SIG, Sabtu (7/3/2026).

Baca Juga: Berkunjung Ke IKN, Gibran Sebut Proyek Pembangunan Tetap Dilanjutkan

Fasilitas ini dirancang mampu menyalurkan 500.000 hingga 1 juta ton semen ke pasar internasional.

Proyek merupakan bagian dari kerja sama strategis SIG dengan Taiheiyo Cement Corporation yang telah berjalan sejak 2021, dengan total nilai investasi mencapai Rp1,4 triliun.

Pengembangan proyek mencakup peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT melalui pembangunan jetty trestle dan jetty platform baru. 

Fasilitas produksi juga diperluas dengan pembangunan blending silo system 8.000 ton, clinker silo 15.000 ton, serta dua cement silo masing-masing 18.000 ton.

Untuk mendukung distribusi, proyek ini memasang tube conveyor sepanjang 4,1 km, tripper conveyor, dan ship loader dengan kapasitas 1.000 ton per jam, memungkinkan pengiriman semen curah langsung ke kapal yang bersandar di dermaga.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyatakan proyek ini ditargetkan rampung dan beroperasi optimal pada pertengahan 2026. 

Baca Juga: Bayer Indonesia Investasi Fasilitas Produksi dan R&D

“Proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas distribusi, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperkuat jaringan distribusi global Perseroan di tengah kondisi overcapacity industri semen domestik,” kata Indrieffouny.

Proyek ini juga diproyeksikan mampu mengirim 450.000 ton semen pada tahun ini, dengan kapasitas maksimal mencapai 1 juta ton per tahun. 

Sinergi dengan Hutama Karya dan kerja sama dengan Taiheiyo Cement diharapkan memperkuat posisi SIG di pasar global serta memperluas layanan karya anak bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru