29 Januari: Hari Istimewa Thomas Paine & Mengapa Anda Harus Berpikir Bebas

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:50 WIB
29 Januari: Hari Istimewa Thomas Paine & Mengapa Anda Harus Berpikir Bebas

ILUSTRASI. 29 Januari: Hari Istimewa Thomas Paine & Mengapa Anda Harus Berpikir Bebas


Sumber: National Today  | Editor: Arif Budianto

KONTAN.CO.ID - 29 Januari memperingati Freethinkers Day. Apa itu? 

29 Januari tahun 2026 jatuh pada hari Kamis. Di Amerika Serikat, hari Kamis ini bukan sekadar hari biasa.

Ada sebuah peringatan setiap tahun yang dikenal dengan Freethinkers Day atau Hari Pemikir Bebas.

Melansir laman National Today, Hari Pemikir Bebas adalah hari di mana orang tidak hanya berpikir 'out of the box', tetapi juga didorong untuk melakukan hal itu.

Baca Juga: Link Download Logo HUT Kalimantan Barat (Kalbar) ke-69 Tahun Resmi dan Filosofinya

 

Berpikir

 

Di beberapa tempat, hari ini juga disebut dengan Hari Thomas Paine, atau hari Akal Sehat.

 

Sekali lagi, hari ini mendorong orang-orang di seluruh dunia untuk memiliki kebebasan berpikir dan mengekspresikan diri.

Baca Juga: Cuaca Banten Hari Ini: Siapkan Payung, Hindari Basah Saat Beraktivitas!

Mengapa ada peringatan ini, dan bagaimana sejarahnya?

Masih dari sumber yang sama, Hari Pemikir Bebas diperingati pada hari ulang tahun Thomas Paine. Ia adalah seorang pemikir terkenal yang karya dan bukunya, yang mengembangkan filsafat pencerahan, sangat memengaruhi jalannya revolusi Prancis dan Amerika.

Paine adalah seorang pria yang mulia dan berani yang seluruh karya hidupnya menginspirasi dan menjadi motivasi kuat bagi mereka yang mendambakan kemerdekaan.

Upayanya terutama mendorong penolakan terhadap otoritas abstrak yang melambangkan kekuasaan dan promosi diri atas motivasi.

Paine lahir di Inggris, namun atas permintaan Benjamin Franklin, ia datang ke Amerika Serikat pada tahun 1774.

Banyak karya penting Paine yang dituliskan sepanjang hidupnya termasuk “Common Sense,” “The Age of Reason,” dan “The Rights of Man.”

Ia juga merupakan salah satu orang pertama yang menyerukan hak asasi manusia universal dan diakhirinya perbudakan.

Tulisan Paine telah menginspirasi banyak aktivis lain dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari ini Sumbar, Kepri, Bangka Belitung, Riau, Sebagian Hujan Ringan

Pada tahun 1990-an, peringatan ini diprakarsai majalah “The Truth Seeker.”

Tujuan utama perayaan ini adalah untuk menyebarkan pendidikan dan kesadaran serta manfaat umum dari kebebasan dan kemerdekaan.

Cara simbolis yang disarankan dalam majalah tersebut untuk merayakan hari itu adalah memajang mawar putih berduri.

Warna putih melambangkan kemurnian, kerapuhan, dan keindahan. Sementara itu, duri melambangkan bahaya.

Tonton: Aktivasi Akun Coretax DJP Tembus 12,5 Juta Wajib Pajak per 26 Januari 2026

Selanjutnya: IHSG Trading Halt 30 Menit, Cek Jadwal Pembukaan Perdagangan Kembali

Menarik Dibaca: Jadwal Konser EXO PLANET #6 EXhOrizon di Jakarta 2026, Catat Tanggalnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru