Gejala hantavirus
Pasien yang terinfeksi hantavirus umumnya akan mengalami beberapa gejala.
Praktisi kesehatan masyarakat Ngabila Salama mengatakan, gejala awal biasanya berupa demam tinggi, sakit kapala, dan nyeri otot.
"Jika demam tinggi, sakit kepala, pegal otot hebat segera datang ke fasilitas kesehatan," ucapnya kepada Kompas.com, Rabu.
Ngabila mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan.
Sebab, jika pasien sudah mengalami gejala sesak nafas (pneumonia), kencing sedikit (gagal ginjal), bahkan kejang atau penurunan kesadaran, maka penanganan sudah terlambat.
"Waspada gejala lebih parah pada orang dengan imun lemah, seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, orang dengan komorbid," ucapnya.
Selain itu, Ngabila juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan rajin mencuci tangan, memakai masker, rutin membersihkan rumah, membasmi tikus, dan menjaga ventilasi cahaya serta udara tetap baik.
Baca Juga: Dominasi Hujan Ringan-Sedang, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Rabu (20/5)
Tabel Tingkat Kematian Hantavirus
| Jenis Hantavirus | Dampak Utama | Tingkat Kematian |
|---|---|---|
| HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) | Gangguan paru-paru | 35%-60% |
| HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) | Gangguan ginjal | 5%-15% |
Tabel Gejala Hantavirus
| Gejala Awal | Gejala Berat |
|---|---|
| Demam tinggi | Sesak napas |
| Sakit kepala | Pneumonia |
| Nyeri otot | Gagal ginjal |
| Pegal hebat | Kejang |
| Lemas | Penurunan kesadaran |
(Alinda Hardiantoro, Albertus Adit)
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/20/211500965/3-kasus-positif-hantavirus-di-jakarta-siapa-kelompok-paling-rentan?page=all#page1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News