kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Abaikan kecaman pemerintah, LSM asing tetap lanjutkan kampanye di Papua


Rabu, 13 November 2019 / 18:06 WIB
Abaikan kecaman pemerintah, LSM asing tetap lanjutkan kampanye di Papua
ILUSTRASI. LSM asing kampanye terhadap industri kelapa sawit yang dituding melakukan deforestasi di Indonesia. KONTAN/Fransiskus Simbolon

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kecaman pemerintah Indonesia terhadap tindak tanduk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Amerika Serikat, Mighty Earth, yang beroperasi secara ilegal di Indonesia tampaknya tidak diambil pusing oleh LSM tersebut. Bahkan, LSM ini berikrar akan tetap melakukan kampanye terhadap industri kelapa sawit yang dituding melakukan deforestasi di Indonesia.

"Tapi kami memiliki laporan, dan kampanye ini tidak akan berhenti" kata Campaign Director Mighty Earth, Phil Aikman dilansir dari Antaranews.com, Rabu (13/11).

Baca Juga: Gapki: Upaya Uni Eropa mendiskriminasi sawit mendesak diselesaikan

Sejak 2017, Mighty Earth telah melayangkan aduan ke Forest Stewardship Council (FSC) terkait pelanggaran dalam pembukaan lahan sawit di Papua yang dilakukan oleh Korindo Group dengan cara pembakaran.

Namun, hasil investigasi yang dilakukan selama dua tahun oleh FSC menunjukkan bahwa Korindo Group tidak terbukti melakukan pembakaran seperti yang dituduhkan LSM tersebut, dan tetap menjadikan Korindo sebagai anggotanya.

Hal ini kemudian ditegaskan lagi oleh Pemerintah Indonesia yang menyatakan bahwa pembukaan lahan kelapa sawit oleh Korindo telah sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga: CPO Malaysia: Stok Berkurang, China Menggoyang India

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan Kasdi Subagyono menyatakan, seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi telah diwajibkan mengantongin sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

"Dengan kata lain, tidak boleh membabat hutan seenaknya, ada aturan yang sangat ketat untuk itu," tuturnya.



TERBARU

[X]
×