kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Ada prediksi gelombang tinggi di Pantai Selatan, nelayan evakuasi kapal


Senin, 25 Mei 2020 / 14:57 WIB
Ada prediksi gelombang tinggi di Pantai Selatan, nelayan evakuasi kapal
ILUSTRASI. Wisatawan mengamati ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/7).

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Prediksi cuaca memburuk di Kawasan Pantai Selatan Gunungkidul, Yogyakarta memaksa nelayan mengevakuasi kapal yang biasa bersandar di tepi pantai. Diprediksi cuaca buruk akan menyebabkan ketinggian gelombang mencapai 4 meter dalam beberapa hari mendatang. 

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron, Sumardi mengatakan, sejak adanya informasi prediksi gelombang tinggi akan menghantam wilayah pantai selatan, pihaknya bersama nelayan mengevakuasi hampir seluruh kapal yang biasa diparkir sekitar kawasan pantai. Hal ini untuk mengantisipasi kerusakan kapal akibat hantaman gelombang tinggi.

"Sudah ada 40-an kapal yang dievakuasi ke atas tanggul, sebagian masih di lokasi aliran sungai (sungai yang bermuara di pantai Baron)," kata Sumardi kepada Kompas.com, Senin (25/5). Diakuinya, dengan kondisi tidak ada pengunjung dan cuaca buruk seperti saat ini menyulitkan nelayan.

Baca Juga: Sedihnya Presiden Singapura Halimah Yacob pada Lebaran 2020 tanpa kumpul dengan cucu

Memang biasanya jika saat libur lebaran banyak wisatawan berkunjung bisa menambah pemasukan bagi nelayan menyewakan kapal untuk dinaiki di sekitar pantai. "Kalau cuaca mendukung nelayan masih bisa mencari ikan meski hasilnya sedikit-sedikit," kata Mardi.

Koordinator SAR Satlinmas wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada nelayan terkait adanya perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Hal ini berdasarkan laporan BMKG dan juga situs pengamatan cuaca yang digunakan tim SAR. "Untuk gelombang tinggi tertinggi tanggal 27 Mei dan 29 Mei, dengan ketinggian 4 meter," kata Marjono.

Baca Juga: Kapal berisi pemudik tenggelam di laut Aru, berikut ini identitas para korban

Dia mengatakan, ketinggian gelombang ini berbahaya bagi nelayan, dan beruntung saat ini sedang tidak ada wisatawan karena kawasan pantai sudah tertutup bagi wisatawan. Pihaknya bersama nelayan sudah mengevakuasi kapal-kapal yang berada di pinggiran pantai. (Markus Yuwono)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gelombang Tinggi di Pantai Selatan, Nelayan Ramai-ramai Evakuasi Kapal.




TERBARU

[X]
×