Jawa Tengah

Aktivitas vulkanik Gunung Sindoro meningkat, warga diminta waspada

Jumat, 12 Februari 2021 | 16:57 WIB Sumber: Kompas.com
Aktivitas vulkanik Gunung Sindoro meningkat, warga diminta waspada

ILUSTRASI. Peningkatan aktivitas vulkanik baru-baru ini terjadi di Gunung Sindoro.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan aktivitas vulkanik baru-baru ini terjadi di Gunung Sindoro yang terletak di antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Nia Haerani.

“Dua hari ini terjadi peningkatan gempa vulkanik, tetapi secara visual tidak ada perubahan, teramati embusan gas berwarna putih tipis tinggi 50-100 meter,” ujar Nia kepada Kompas.com, Jumat (12/2). Meski demikian, Nia menegaskan hal tersebut masih dalam kondisi normal.

“Kemunculan gempa-gempa vulkanik dengan jumlah fluktuatif (bisa naik atau turun) adalah hal yang biasa terjadi untuk gunung api aktif. Tingkat aktivitas Level I (Normal),” kata dia.

Adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, membuat pihaknya merekomendasikan kepada warga setempat agar tidak beraktivitas di dekat bibir kawah atau tidak turun ke dasar kawah. Hal itu ditujukan untuk menghindari bahaya gas vulkanik konsentrasi tinggi yang jika terhirup dapat mengganggu kesehatan.

Baca Juga: Abu vulkanik Gunung Raung menyebar hingga Bali, empat penerbangan dibatalkan

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah juga mengimbau kepada para pendaki dan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di radius 200 meter dari bibir kawah Gunung Sindoro. “Ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Gunung Sindoro,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, Kamis (11/02) dikutip dari laman resmi Kabupaten Temanggung.

Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing di Desa Gentingsari pada 10 Februari 2021, imbuhnya tercatat gempa embusan satu kali dengan amplitudo 10,37 mm. Kegempaan tornillo terjadi 3 kali dengan amplitudo 3.45-3.91 mm, kegempaan vulkanik dangkal sebanyak 8 kali dengan amplitudo 1.76-2.28 mm.

Baca Juga: UPDATE Corona Indonesia, Jumat (12/2): Tambah 9.869 kasus baru, tetap pakai masker

Serta kegempaan vulkanik dalam sebanyak 40 kali dengan amplitudo 1.74 -31.87 mm. Sedangkan kegempaan tektonik jauh tercatat sebanyak 6 kali dengan amplitudo 2.06-26.01 mm.

Kepada warga yang tinggal di lereng Gunung Sindoro, Dwi mengimbau agar tidak panik namun meningkatkan kewaspadaannya terhadap peningkatan aktivitas Sindoro. “Warga jangan panik dan boleh melakukan aktifitas seperti biasanya, tapi juga harus waspada,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Aktivitas Vulkanik Meningkat, Status Gunung Sindoro Masih Normal, Warga Diminta Waspada.
Penulis: Nur Rohmi Aida
Editor: Sari Hardiyanto

Baca Juga: Gunung Merapi punya dua kubah lava, pertama kali dalam sejarah

Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru