Peristiwa

Anak Krakatau Catat 26 Gempa Letusan dalam 24 Jam, Radius Bahaya 5 Km

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:50 WIB
Anak Krakatau Catat 26 Gempa Letusan dalam 24 Jam, Radius Bahaya 5 Km

ILUSTRASI. Letusan gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (SUSI AIR/via REUTERS)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat 26 gempa letusan dalam 24 jam pada Jumat (9/10/2026).

Dengan status Level III atau Siaga, masyarakat dilarang mendekati pusat erupsi dalam radius 5 kilometer.

Berdasarkan laporan pengamatan pukul 00.00–24.00 WIB, gempa letusan tercatat memiliki amplitudo 28–66 milimeter dengan durasi 12–752 detik.

Selain itu, alat pemantauan merekam 28 gempa hybrid atau fase banyak, sembilan gempa vulkanik dangkal, tujuh gempa frekuensi rendah, empat gempa hembusan, serta satu gempa tremor menerus.

Baca Juga: Daratan Baru Muncul Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau?

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Suwarno, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

"Yang penting kita tetap waspada dan selalu menaati rekomendasi dari pemerintah," kata Suwarno, Sabtu (10/10/2026).

Dari pengamatan visual, asap kawah tidak teramati. Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut, dengan cuaca cerah hingga berawan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan aktivitas vulkanik telah mereda, mengingat kegempaan masih terekam oleh peralatan pemantauan.

PVMBG menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Dengan status tersebut, masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang memasuki kawasan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Aktivitas juga dilarang dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Ini Cara Aman Melindungi Diri dari Abu Vulkanik

Suwarno meminta masyarakat tidak mendekati kawasan kawah aktif dan mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.

Selain itu, PVMBG mengimbau masyarakat pesisir Lampung dan Banten agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi serta mematuhi arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/10/10/061125978/gunung-anak-krakatau-catat-26-gempa-letusan-dalam-sehari-durasi-terlama-12?page=all#page2.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru