Jabodetabek

Anies: Jakarta tidak punya alat ukur hujan, itu betul-betul shocking

Jumat, 07 Agustus 2020 | 23:13 WIB Sumber: Kompas.com
Anies: Jakarta tidak punya alat ukur hujan, itu betul-betul shocking

ILUSTRASI. Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunjungi salah satu Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Pemprov DKI Jakarta di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu(1/8). Labkesda DKI Jakarta merupakan salah satu UPT Dinas Kesehatan Pr

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku kaget ketika mengetahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak mempunyai alat ukur hujan. Mulanya Anies bertanya kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Juaini berapa alat ukur hujan yang dimiliki DKI Jakarta.

Juaini lalu menjawab bahwa Pemprov DKI hanya mempunyai tiga alat. Saat itu, Anies dan jajarannya tengah membahas flood supporting information system (sistem penanganan banjir) pada bagian alat pengukur curah hujan. Rapat ini diunggah di akun Youtube Pemprov DKI, pada Kamis (6/8/2020).

"Ketika saya mendengar bahwa kita ini tidak punya alat ukur hujan ini itu betul-betul shocking. Bagaimana kota yang penuh dengan hujan tidak punya alat ukur curah hujan?" ucap Anies kepada jajarannya.

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi Jakarta anjlok 8,22% kuartal II-2020, ini kata Gubernur Anies

Anies berujar bahwa selama ini DKI Jakarya hanya mengandalkan alat ukur hujan milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Dalam slide paparan tertulis bahwa pada tahun 2020 Pemprov DKI Jakarta akan membeli 10 alat.

Dan pada tahun 2021, akan membeli 35 alat pengukur hujan. Namun Anies meminta agar anak buahnya membeli lebih banyak alat meskipun dengan model sederhana dan harga yang murah.

"Pak Sekda ini sebaiknya jangan 10 lokasi (pasang alat pengukur hujan) jadi ini coba kita beli sebanyak mungkin dengan harga semurah mungkin. Kenapa? Kalaupun belum bisa menggunakan alat yang advance seperti ini Pak, sudah beli alatnya yang buat petugas kita data entry pakai aplikasi," ujarnya.

Ia meminta jajarannya membeli alat sederhana layaknya yang digunakan saat praktikum SMP dan SMA. Yang terpenting, kata dia, alat tersebut bisa berfungsi dengan baik dan valid. Untuk datanya bisa ditulis secara manual.

Baca Juga: Kasus corona di Asia rekor, warning WHO: Pandemi akan terasa sampai beberapa dekade

"Jadi ini uangnya mepet belilah alat pengukur curah hujan yang tradisional yang dari zaman SMP SMA praktikum itu dipakai, tapi ngukurnya betul. Lalu orang mengukur data entry sehingga seluruh kelurahan di Jakarta itu punya alat ukur curah hujan kalau perlu semua kantor di Jakarta punya alat ukur curah hujan," tutur Anies.

"Tapi kalau seperti ini, hanya 10 lokasi ini niat enggak kita menyelesaikan banjir ini? Kalau niat ya seluruh wilayah kita punya," tutupnya. (Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kaget Pemprov DKI Tak Punya Alat Pengukur Hujan, Anies Minta Anak Buahnya Beli Banyak meski Murah",

 

Editor: Yudho Winarto


Terbaru