Apa Itu Desil 9 dan 10? Tingkatan DTSEN yang Dikaitkan dengan Pembatasan Pertalite

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:59 WIB
Apa Itu Desil 9 dan 10? Tingkatan DTSEN yang Dikaitkan dengan Pembatasan Pertalite

ILUSTRASI. BBM Subsidi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Penulis: Bimo Adi Kresnomurti  | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Mengenal apa itu desil 9 dan 10 terkait pembatasan Pertalite oleh pemerintah. Desil 9 dan 10 menjadi perhatian setelah pemerintah mengkaji pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi.

Kaitannya muncul setelah pemerintah pada 11 Agustus 2026 membahas rencana pengetatan penyaluran BBM bersubsidi, khususnya Pertalite.

Melansir laporan Kontan.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sedang membahas kemungkinan membatasi subsidi Pertalite untuk kelompok masyarakat tingkat atas, terutama desil 9 dan 10.

Baca Juga: Apakah Ada Cuti Bersama Tanggal 18 Agustus 2026? Intip Penjelasannya

Namun, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum langsung diberlakukan dan penerapannya masih dipersiapkan secara bertahap. Dengan skema yang sedang dibahas, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi tidak lagi dapat membeli Pertalite sebagai BBM bersubsidi.

Mereka nantinya dapat diarahkan untuk menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax atau jenis BBM nonsubsidi lainnya. Rencana tersebut berkaitan dengan upaya pemerintah menyalurkan subsidi BBMagar lebih tepat sasaran.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan desil 9 dan 10, serta apakah masyarakat yang masuk dalam kedua kelompok tersebut nantinya tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite?

Baca Juga: Persiapan Hari Pramuka 2026, Ini Link Download Logo Resmi & Pilihan Caption Di Medsos

Apa Itu Desil 9-10?

Istilah desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi.

Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau desil, dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga paling tinggi. Setiap desil mencakup sekitar 10% keluarga.

Berikut ini daftar tabel kelompok desil 9 dan 10 terkait pembatasan Pertalite oleh pemerintah, dirangkum dari Kemensos.

Desil Gambaran tingkat kesejahteraan
Desil 1 Kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah
Desil 2 Kelompok kesejahteraan rendah
Desil 3 Kelompok kesejahteraan rendah-menengah
Desil 4 Kelompok kesejahteraan rendah-menengah
Desil 5 Kelompok menengah
Desil 6 Kelompok menengah
Desil 7 Kelompok menengah-atas
Desil 8 Kelompok relatif sejahtera
Desil 9 10% kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi
Desil 10 10% kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi

Penentuan desil bukan semata-mata berdasarkan gaji atau pendapatan bulanan. Data DTSEN menggunakan sejumlah indikator sosial-ekonomi, termasuk pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik, kepemilikan aset dan variabel lainnya.

Baca Juga: Segera Tiba! Ini Link Download Logo Resmi Hari Pramuka Ke-65 2026 & Kata-Kata Ucapan

Apakah sekarang desil 9 dan 10 sudah dilarang membeli Pertalite?

Ini penting karena pemberitaan mengenai rencana tersebut bisa menimbulkan kesalahpahaman. Per 12 Agustus 2026, pemerintah masih membahas mekanisme dan melakukan persiapan sistem. Belum ada ketentuan final yang membuat seluruh masyarakat desil 9 dan 10 otomatis tidak bisa membeli Pertalite.

Purbaya bahkan menyebut penerapan pembatasan tersebut baru ditargetkan dilakukan beberapa bulan kemudian secara bertahap, bukan langsung setelah pembahasan 11 Agustus.

Selain kategori desil, pemerintah juga membahas jenis kendaraan sebagai bagian dari mekanisme penyaluran subsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai subsidi seharusnya lebih diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan masyarakat berkemampuan ekonomi tinggi.

Baca Juga: Tema Hari Masyarakat Adat Sedunia 2026: Dukung Peran Bidan Adat

Mekanisme akhirnya masih perlu menunggu keputusan pemerintah, termasuk bagaimana data DTSEN akan digunakan di SPBU, bagaimana identifikasi kendaraan dan pemilik kendaraan dilakukan, serta apakah pembatasan berlaku secara penuh atau menggunakan mekanisme tertentu.

Perlu dibedakan pula dengan pembatasan volume pembelian Pertalite yang sudah pernah diatur.

Pada 2026, BPH Migas telah mengatur batas pembelian untuk kategori kendaraan tertentu, termasuk batas maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat perseorangan/angkutan umum. Itu merupakan pembatasan volume dan berbeda dengan rencana penyaringan berdasarkan desil 9 dan 10.

Tonton: Kopdeskel Merah Putih: Siapa yang Membiayai?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru