KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada kuartal I-2026 mencapai 13,97%, melampaui pendapatan daerah yang baru 13,39%. Percepatan belanja di awal tahun membuat tekanan pada pengelolaan arus kas mulai meningkat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut dari total APBD Rp81,32 triliun, realisasi pendapatan baru Rp9,57 triliun dan belanja Rp10,38 triliun.
“Setiap sen APBD harus dikelola profesional, transparan, dan akuntabel. Kami ingin APBD ini langsung bekerja sejak awal tahun agar dampaknya ke ekonomi lebih cepat dirasakan,” ujar Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Biaya Kuliah Universitas Terbuka (UT), Cek Rincian Program Diploma hingga Sarjana
Ia menegaskan percepatan belanja merupakan strategi menjaga momentum ekonomi sejak awal tahun anggaran.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta Brata, menegaskan percepatan pengadaan barang dan jasa menjadi kunci akselerasi realisasi APBD tahun ini.
“Jadi kami harus putar otak menjaga cash flow. Dengan dorongan Pak Gubernur dan Pak Wagub untuk mempercepat pengadaan di awal, ini sangat membantu. Tahun ini kami harapkan tidak lagi seperti ‘stik hoki’, tetapi menjadi kurva S yang lebih merata,” kata Michael.
Ia menjelaskan struktur belanja daerah tetap didominasi belanja operasi yang menjaga layanan dasar pemerintahan tetap berjalan, kendati dilakukan efisiensi pada sejumlah pos non-prioritas.
“Fokus kami tetap pada prioritas RPJMD, sementara belanja non-prioritas seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial kami efisiensikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mencatat realisasi pendapatan baru 15,16% dari target Rp57,67 triliun, dengan pajak sebagai kontributor utama.
“Pajak tetap tulang punggung pendapatan daerah, meski sempat terkontraksi pada Maret akibat libur panjang yang menekan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga: Harta Kekayaan Presiden Prabowo Rp2,06 T: Simak Detail LHKPN Awal Menjabat!
Secara kumulatif, penerimaan pajak triwulan I masih terkontraksi 4,07%, meski retribusi tumbuh 3,30%.
Meski indikator makro ekonomi Jakarta masih stabil, ketimpangan antara laju pendapatan dan belanja menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas fiskal di awal tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News