Peristiwa

Ruang Literasi Hadir di Wilayah 3T, Buka Jendela Mimpi Anak-Anak Rinca

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:25 WIB
Ruang Literasi Hadir di Wilayah 3T, Buka Jendela Mimpi Anak-Anak Rinca

Anak-anak pesisir Pulau Rinca di Ruang Pintar Pojok Baca. Ruang membaca tersebut diharapkan dapat me (Istimewa/Dok)


Reporter: TribunNews  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Di balik keindahan savana dan habitat komodo yang mendunia, anak-anak di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTTI, masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan literasi. 

Jarak antarpulau, minimnya sarana transportasi, serta tantangan sosial ekonomi membuat fasilitas belajar dan bahan bacaan belum mudah dijangkau secara merata.

Sebagian besar warga Rinca menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Di tengah aktivitas melaut dan bekerja harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga, akses terhadap buku bacaan, ruang belajar yang nyaman, dan fasilitas pendidikan pendukung kerap menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

Baca Juga: Kehadiran Mobil Pintar Didorong Jadi Solusi Peningkatan Literasi di Daerah

Kondisi tersebut mendorong PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan Ruang Pintar Pojok Baca Rinca, sebuah ruang literasi yang dirancang untuk memberikan akses belajar yang lebih layak bagi anak-anak pesisir. 

Kehadiran fasilitas ini tidak hanya menyediakan koleksi buku bacaan, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Pengembangan ruang literasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Irka, pemuda lokal yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan literasi di desa. Keterlibatan tokoh lokal dinilai penting karena memahami kebutuhan serta karakter anak-anak setempat sehingga program dapat berjalan lebih efektif.

Irka mengatakan kehadiran PNM membawa perhatian yang lebih luas terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat di Pulau Rinca yang selama ini lebih dikenal karena potensi wisatanya.

"PNM datang bukan hanya memberikan pembiayaan kepada ibu-ibu atau membantu usaha masyarakat di sini, tetapi juga memikirkan anak-anaknya. Pendidikan dan literasi anak-anak di pulau seperti Rinca juga perlu diperhatikan," ujar Irka, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, antusiasme anak-anak terlihat sejak Ruang Pintar mulai dilengkapi berbagai buku baru dan fasilitas pendukung belajar. Banyak anak yang untuk pertama kalinya memiliki kesempatan membaca buku cerita bergambar atau belajar bersama di ruang yang nyaman.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Perluas Literasi Jaminan Sosial bagi Mitra Pengemudi Grab

"Anak-anak di sini sebenarnya punya rasa ingin tahu yang besar. Ketika ada tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan, mereka senang datang, membaca, bahkan berkumpul untuk belajar bersama. Bantuan dari PNM ini memberi mereka ruang baru untuk bermimpi," katanya.

Ruang Pintar Pojok Baca Rinca dirancang tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan buku. Fasilitas tersebut juga menjadi ruang interaksi bagi anak-anak untuk membaca, berdiskusi, bermain edukatif, dan memperluas wawasan melalui berbagai koleksi bacaan, mulai dari buku cerita hingga pengetahuan umum.

Kehadiran ruang literasi ini sekaligus menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tidak cukup hanya melalui pembangunan sekolah. 

Akses terhadap ruang belajar yang inklusif dan bahan bacaan yang memadai menjadi faktor penting untuk menumbuhkan budaya literasi serta membuka peluang yang lebih luas bagi anak-anak di daerah terpencil.

Sumber: https://wartakota.tribunnews.com/pendidikan/891607/ruang-pintar-hadir-harapan-baru-bagi-anak-anak-pesisir-di-wilayah-3t?page=all.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru