kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

ARBI, MUI dan Dompet Dhuafa salurkan bantuan kepada penyintas bencana di Bogor


Sabtu, 18 Januari 2020 / 22:22 WIB
 ARBI, MUI dan Dompet Dhuafa salurkan bantuan kepada penyintas bencana di Bogor
ILUSTRASI. ARBI, MUI dan Dompet Dhuafa salurkan bantuan pada penyintas bencana Bogor.

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penanganan pasca bencana banjir bandang dan longsor terus berlanjut. Arus Baru Indonesia (ARBI), bersama Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Dompet Dhuafa dan komunitas pencinta burung BIC, menyalurkan bantuan logistik untuk para penyintas bencana.

"Kami datang kesini untuk memberikan bantuan dan mendata kebutuhan-kebutuhan bagi para penyintas bencana”, ungkap Ketua Umum ARBI Dr Lukmanul Hakim, dalam keterangannya, Sabtu (18/1). 

Baca Juga: BMKG merilis peringatan waspada potensi hujan lebat, ini wilayahnya

Lukmanul Hakim didampingi pengurus ARBI, Arjuna Basuki, dan CCO Dompet Dhuafa Guntur Subagja, bersama para relawan. Lukman menyerahkan bantuan bahan pokok sebanyak tujuh truk, diterima oleh Camat Sukajaya Bogor, Hidayat dan Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bogor, Syam.

Lukman yang juga Staf Khusus Wakil Presiden RI mengapresiasi kerja bersama BNPB, Pemerintah Daerah, Aparat TNI dan Polri serta lembaga sosial seperti Dompet Dhuafa dan lainnya. 

"Kami berharap kita berkontribusi tidak hanya dalam penanganan saat bencana, tapi juga ingin terlibat dalam penanganan pasca bencana untuk recovery dan Pscyhological First Aid (PFA)”, papar Lukman.

CCO Dompet Dhuafa Guntur Subagja mengungkapkan, sejak pasca bencana awal tahun 2020, Dompet Dhuafa membuka Pos Hangat untuk penyintas selama masa darurat 14 hari. "Insyaallah kami siap berkolaborasi untuk penanganan masa recovery”, ungkap Guntur didampingi Direktur Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Benny.

Baca Juga: Pemprov DKI klaim sudah memperbaiki 173 jalan rusak pasca banjir

Camat Sukajaya, Hidayat menjelaskan bencana kali ini terbesar meliputi wilayah di 11 desa. Pemerintah memutuskan untuk merelokasi hunian masyarakat yang rawan bencana ke daerah aman. "Sekarang masih dalam kajian geologi untuk lokasinya,"paparnya.

Anggota BNPB Syam menjelaskan, kebutuhan masyarakat saat ini adalah sarana air bersih, seperti pompa air, genset, dan pipa paralon. Disamping itu kebutuhan sarana pendidikan anak, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah. "Alhamdulillah untuk bantuan logistik saat ini cukup banyak," tuturnya.

Kecamatan Sukajaya merupakan salah satu wilayah terdampak cukup besar dari bencana banjir dan longsor di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Lebak.

Dompet Dhuafa, selain di Bogor, juga menyiapkan pos penampungan penyintas bencana di Wikalah Kecamatan Cipanas. 

Baca Juga: Gubernur NTT gandeng Polisi dan TNI AL untuk tenggelamkan kapal pembom ikan

Disamping itu, Dompet Dhuafa memberikan layanan perahu karet untuk penyeberangan warga di Kecamatan Sajira, dimana jembatan utama yang menghubungkan tiga kecamatan di daerah tersebut terputus diterjang banjir bandang Lebak.





Close [X]
×