Atasi permasalahan sampah, pembangunan TPA Blora ditargetkan rampung akhir tahun 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:38 WIB   Reporter: Vendy Yhulia Susanto
Atasi permasalahan sampah, pembangunan TPA Blora ditargetkan rampung akhir tahun 2021

ILUSTRASI. Pekerja memilah sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) . ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) Temurejo di Kabupaten Blora akan selesai pada pertengahan Desember 2021.

Ketua Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja Sabaris mengatakan, kebutuhan TPA sudah dinantikan sejak tahun 2019. Sebab, sudah ada perencanaan pada tahun 2018, lalu telah masuk usulan pada tahun 2019. Namun karena keterbatasan anggaran APBN, pembangunan TPA baru dapat terealisasi pada tahun 2021.

Singgih menjelaskan, pengerjaan TPA meliputi zona landfill, kolam instalasi pengolahan limbah (IPL), dan bangunan kantor pengelola. Selain itu juga jembatan timbang, jalan operasional, pembangunan drainase, dan pembangunan garasi dan hanggar alat berat di TPA Temurejo.

Baca Juga: Bendungan Randugunting akan pasok irigasi lahan kering di Blora dan Rembang

Kementerian PUPR menyebut, pengerjaan TPA dimulai pada 20 April 2021 dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2021. Pembangunan TPA menggunakan APBN sebesar Rp 12,9 miliar. “Progres fisiknya 61,5%, kita optimis 15 Desember (2021) ini bisa selesai,” ujar Singgih, Jumat (22/10).

Singgih mengatakan, pengelolaan TPA menjadi penting supaya umur pakai TPA dapat sesuai dengan rencana. Sebab itu, sebelum proyek selesai, Kementerian PUPR akan menyelenggarakan pelatihan bagi pengelola TPA.

Selain itu, Kementerian PUPR akan membuat buku panduan mengoperasikan TPA dengan baik. Mulai dari bagaimana kendaraan pengangkut sampah masuk, pengoperasian jembatan timbang, membuang sampah, layering dan hal lainnya.

Nantinya, setelah selesai dibangun, TPA akan diserahkelolakan kepada Pemerintah Kabupatan Blora dengan masa pemeliharaan selama 1 tahun. Apabila ada kerusakan struktur konstruksi, maka dari kontraktor akan siap memperbaiki. “Kabupaten Blora ini sudah di studi sampahnya 70 ton per hari, dengan sistem yang kita bangun diperkirakan dapat menangani sampah selama 5 tahun,” tutur Singgih.

Selanjutnya: Pemerintah alokasikan Rp 858 miliar untuk membangun Bendungan Randugunting Blora

 

Editor: Handoyo .
Terbaru