Nusantara

Atraksi naga di Pangkalpinang dibatalkan

Jumat, 05 Februari 2021 | 17:16 WIB Sumber: Kompas.com
Atraksi naga di Pangkalpinang dibatalkan

ILUSTRASI. Tradisi yang sudah ada sejak lama itu dikhawatirkan mengundang kerumunan warga apabila tetap digelar.

KONTAN.CO.ID - PANGKALPINANG. Atraksi naga dan barongsai yang biasa digelar setiap perayaan Imlek di Kelenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, dibatalkan karena pandemi Covid-19. Tradisi yang sudah ada sejak lama itu dikhawatirkan mengundang kerumunan warga apabila tetap digelar.

Pengurus Kelenteng Kwan Tie Miau, Bong Tim Fo mengatakan, malam puncak perayaan Imlek pada 11 Februari 2021 hanya diisi sembahyang biasa. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dimeriahkan tarian naga dan atraksi barongsai dari sejumlah perkumpulan. "Sesuai protokol kesehatan, sembahyang malam tetap ada, tapi tidak ada barongsai dan naga," kata Bong kepada Kompas.com, Jumat (5/2).

Dia menuturkan, pertunjukan barongsai dan naga sudah pasti mengundang banyak orang. Sebab, warga selalu antusias menonton pertunjukan tersebut, sampai ruas jalan di depan kelenteng ditutup untuk kendaraan.

Pertunjukan yang menampilkan atraksi di atas tiang itu biasanya diakhiri dengan pemberian angpao dari para dermawan. "Untuk Pangkalpinang memang pertunjukan dipusatkan di sini," ujar dia.

Baca Juga: Redam penularan Covid-19, masyarakat diminta batasi pergerakan saat libur Imlek

Menurut Bong, kelenteng Kwan Tie Miau termasuk salah satu kelenteng tertua di Pangkalpinang. Kelenteng tersebut dibangun sejak 1841 dan diresmikan penggunaannya pada 1846. "Sejak didirikan, kelenteng ini rutin jadi pusat perayaan Imlek. Kecuali ketika ada peristiwa 1998 dan beberapa kali kebakaran kemudian direnovasi," ucap Bong.

Meskipun tarian naga dan barongsai ditiadakan, berbagai persiapan tetap dilakukan pengurus kelenteng. Misalnya melakukan pembersihan senjata dewa, menyiapkan altar dan menyusun lilin dengan berbagai ukuran.

Sumbangan jemaah berupa beras dan makanan juga mulai berdatangan. "Beras yang terkumpul kami bagikan lagi pada warga sekitar yang membutuhkan. Jemaah banyak membantu, termasuk lilin besar yang satu pasang ini harganya mencapai Rp 20 juta, bisa tahan 7 bulan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Atraksi Naga di Pangkalpinang Dibatalkan.
Penulis: Kontributor Pangkalpinang, Heru Dahnur
Editor: Abba Gabrillin

Baca Juga: Pemerintah minta masyarakat batasi pergerakan saat perayaan Imlek

Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru