Bandung Barat jadi area yang prospektif bagi para pencari hunian, ini alasannya

Jumat, 12 November 2021 | 07:10 WIB   Reporter: Amalia Nur Fitri
Bandung Barat jadi area yang prospektif bagi para pencari hunian, ini alasannya

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Marine Novita, Country Manager Rumah.com menjelaskan keputusan pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadikan Stasiun Padalarang sebagai stasiun penghubung sangat potensial mengembangkan kawasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tengah berkembang pesat.

Ia menilai, sisi demografi, komersial, dan infrastruktur area Padalarang yang memadai serta untuk menyasar penumpang yang berasal dari Bandung bagian barat.

Marine menjelaskan bahwa data-data menunjukkan potensi investasi maupun hunian pribadi di Kabupaten Bandung Barat. Salah satu indikatornya, Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) untuk indeks harga rumah di Bandung Barat belum merangkak naik

Pada kuartal III 2021, indeks harga rumah di Bandung Barat mengalami penurunan sebesar 3,2% (quarter-to-quarter). Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung Barat juga turun cukup signifikan sebanyak 9% (year-on-year).

Baca Juga: Banggar DPR minta pemerintah antisipasi membengkaknya biaya proyek infrastruktur

“Kendati demikian, penurunan dari sisi indeks harga tidak terjadi untuk indeks suplai yang justru meningkat tajam. Pada kuartal III 2021 indeks suplai rumah mengalami kenaikan sebesar 23,5% secara kuartalan dibandingkan kuartal II 2021. Bahkan yang lebih menarik adalah indeks suplai rumah di Bandung Barat berhasil meningkat sebanyak 111,2% secara tahunan," terang Marine dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Kamis (11/11).

Adapun Kabupaten Bandung Barat sebagai wilayah yang secara resmi berdiri pada tahun 2007 kini tengah menggeliat dan berkembang sangat cepat. Kabupaten ini memiliki wilayah seluas 1.305,77 kilometer persegi dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Ngamprah yang terletak di jalur Bandung-Jakarta.

Perkembangan pesat wilayah KBB mulai terasa sejak tahun 2000, dengan pengembangan Kota Baru Parahyangan (KBP) sebagai proyek hunian kota satelit seluas 1.250 hektare yang menjadi komplek hunian terbesar di wilayah Bandung Raya.

Beberapa komplek hunian lain juga muncul di lokasi yang berdekatan. Beberapa titik di wilayah KBB yang mengalami perkembangan paling cepat adalah Padalarang, Lembang, dan Ngamprah.

Lebih detail, jika ditinjau dengan skala lebih luas, berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pada kuartal III 2021, indeks harga rumah di Bandung meningkat sebanyak 1,4% secara kuartalan. Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung naik sebesar 4,3% (year-on-year) pada kuartal III 2021.

Baca Juga: Demi Kereta Cepat, Menkeu Longgarkan Penggunaan Anggaran

Editor: Yudho Winarto
Terbaru