Jabodetabek

Banjir Jakarta, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan turun 5%

Senin, 22 Februari 2021 | 06:51 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Banjir Jakarta, kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan turun 5%

ILUSTRASI. Pengunjung berada di salah satu perbelanjaan yang dilanda banjir di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jabodetabek sejak Jumat (19/2) lalu. Hal ini turut menekan jumlah kunjungan pusat-pusat perbelanjaan di daerah DKI Jakarta.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, sedianya angka kunjungan ke pusat perbelanjaan di situasi pandemi Covid-19 sudah lebih rendah dibanding ketimbang angka kunjungan pada situasi normal sebelum pandemi.

Berdasarkan catatan APPBI, secara umum, biasanya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan di DKI Jakarta di akhir pekan saat tidak terjadi banjir bisa mencapai 40%-42% dari angka kunjungan normal saat sebelum pandemi.

Pada akhir pekan kemarin (20/2-21/2), kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan secara umum ditaksir hanya mencapai 35%-38% dari angka kunjungan normal saat sebelum pandemi. Penurunan yang terjadi  diperkirakan bisa lebih dalam pada pusat-pusat perbelanjaan di lokasi terdampak banjir.

Baca Juga: Aprindo berharap pemerintah ambil tindakan serius dalam menanggulangi banjir

“Jadi ada penurunan sekitar 5 %. Terkecuali mall yang memang lokasinya kena banjir atau dekat dengan lokasi banjir turunnya tentu lebih banyak,” kata Ellen saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (21/2).

Ellen tidak merinci berapa angka jumlah kunjungan normal yang dimaksud. Namun berdasarkan catatan pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, jumlah kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan pada kondisi normal (tidak banjir dan tidak pandemi) bisa mencapai 60.000-120.000 pengunjung per pusat perbelanjaan.

Menurut Ellen, sebagian masyarakat cenderung lebih memilih untuk berdiam diri di rumah ketika terjadi banjir, sementara opsi untuk keluar rumah hanya dilakukan hanya jika dirasa mendesak.

Di sisi lain, akses menuju pusat perbelanjaan juga menjadi lebih sulit pada kondisi banjir. Kedua hal ini dinilai menjadi faktor pendorong di balik menurunnya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan di kala banjir.

Editor: Yudho Winarto
Terbaru