Jawa Tengah

BCA Kembangkan Desa Wisata Patakbanteng, Permata Baru di Lereng Gunung Prau

Minggu, 14 Juni 2026 | 18:02 WIB
BCA Kembangkan Desa Wisata Patakbanteng, Permata Baru di Lereng Gunung Prau

ILUSTRASI. Desa Patakbanteng Dieng resmi jadi binaan Bakti BCA usai juara ADWI 2024. (KONTAN/Selvi Mayasari)


Reporter: Selvi Mayasari  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAWA TENGAH. Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah selalu punya daya tarik yang membuat wisatawan ingin kembali datang. Udara pegunungan yang sejuk, hamparan lanskap hijau, hingga budaya masyarakat yang masih terjaga menjadi kombinasi yang sulit ditemukan di banyak tempat lain.

Di balik populernya kawasan Dieng, terdapat satu desa wisata yang kini mulai mencuri perhatian wisatawan, yakni Desa Wisata Patakbanteng di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di lereng Gunung Prau, desa ini menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, hingga petualangan yang menyatu dengan kehidupan masyarakat lokal.

Belum lama ini, Desa Wisata Patakbanteng resmi diperkenalkan sebagai desa wisata binaan terbaru Bakti BCA. Desa ini sebelumnya masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Tak hanya itu, Patakbanteng juga berhasil meraih Juara 1 kategori Resiliensi.

Penghargaan tersebut diberikan karena komitmen masyarakat desa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, keselamatan wisatawan, serta pengembangan pariwisata berbasis komunitas.

Selepas penghargaan ADWI 2024, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kemudian bekerja sama dengan Kemenparekraf untuk melakukan pembinaan lanjutan terhadap Desa Patakbanteng melalui program Bakti BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, Desa Patakbanteng memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan berbasis keberlanjutan.

Baca Juga: Syarat Masuk Ancol Gratis Seharian: Ini Cara dan Jadwalnya Sambut HUT Jakarta Ke-499

“BCA berkomitmen meningkatkan daya tarik wisata dan mengakselerasi perekonomian lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya,” ujar Hera, Kamis (11/6/2026).

Menurut Hera, pendampingan yang dilakukan tidak hanya fokus pada sektor pariwisata, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, hingga perluasan akses pasar bagi masyarakat desa.

Berada di ketinggian sekitar 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Patakbanteng memiliki lanskap yang dikelilingi Gunung Prau, Gunung Pakuwaja, Gunung Sindoro, hingga Gunung Sumbing. Kondisi geografis tersebut membuat desa ini memiliki udara sejuk dengan suhu berkisar 15 hingga 25 derajat Celsius.

Salah satu daya tarik utama desa ini adalah jalur pendakian Gunung Prau yang terkenal dengan panorama golden sunrise. Jalur pendakian dari Patakbanteng dikenal cukup ramah bagi pendaki pemula dan memiliki akses yang relatif mudah dijangkau wisatawan.

Tak heran jika desa ini menjadi salah satu titik favorit para pendaki saat musim liburan. Pada periode libur panjang, jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai lebih dari 25.000 orang.

Sepanjang 2025, Desa Patakbanteng tercatat menerima lebih dari 122.000 wisatawan lokal maupun mancanegara. Tingginya jumlah kunjungan tersebut ikut mendorong geliat ekonomi masyarakat setempat.

Untuk mendukung kenyamanan wisatawan, masyarakat desa menyediakan berbagai fasilitas seperti homestay, cabin, penyewaan perlengkapan outdoor, warung makan, hingga toko oleh-oleh khas Dieng.

Wisatawan yang ingin menikmati pengalaman lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal juga dapat menginap di homestay yang dikelola langsung warga setempat. Saat ini terdapat sekitar 13 homestay dan cabin dengan tarif berkisar Rp250.000 hingga Rp1 juta per malam, tergantung fasilitas yang tersedia.

Selain menikmati suasana pegunungan, wisatawan juga dapat mencoba berbagai atraksi wisata lain yang ditawarkan desa ini. Salah satunya Banteng Jeep Adventure, yakni wisata off-road yang mengajak pengunjung menjelajahi perbukitan dengan panorama khas Dieng.

Ada pula Wisata Edukasi Carica yang memperkenalkan proses budidaya hingga pengolahan buah carica, salah satu komoditas khas Dataran Tinggi Dieng yang banyak diolah menjadi manisan dan oleh-oleh.

Bagi wisatawan yang datang pada bulan Agustus, terdapat Festival Gunung Prau yang menampilkan beragam kesenian dan budaya lokal masyarakat setempat.

Di balik keindahan alamnya, Desa Patakbanteng juga menyimpan tradisi budaya yang masih dijaga masyarakat hingga kini. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Baritan Terang Bulan.

Tradisi tersebut digelar setiap bulan Suro pada malam ke-10 dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus doa untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Selain itu, masyarakat Patakbanteng juga masih melestarikan Tari Patak Lengger yang rutin ditampilkan dalam berbagai acara adat maupun festival budaya. Tarian tradisional ini menjadi simbol kebersamaan dan spiritualitas masyarakat setempat.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Pilih Ucapan untuk Buat Poster & Status

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Patakbanteng tanpa mencicipi produk UMKM lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat desa.

Salah satu yang paling terkenal adalah olahan buah carica, pepaya gunung khas Dieng yang diolah menjadi manisan segar. Produk ini menjadi salah satu oleh-oleh favorit wisatawan.

Selain carica, terdapat pula minuman herbal berbahan purwoceng atau yang dikenal sebagai “Ginseng Jawa”. Tanaman khas pegunungan ini dipercaya memiliki manfaat untuk menghangatkan tubuh dan membantu menjaga vitalitas.

Dieng juga terkenal dengan komoditas kentangnya. Kentang dataran tinggi dengan tekstur pulen dan kadar air rendah ini diolah menjadi berbagai produk camilan seperti keripik kentang, perkedel, hingga kentang mustofa.

Tahun ini, Desa Patakbanteng juga dipilih menjadi salah satu lokasi program Genera-Z Berbakti 2026. Program tersebut merupakan ajang pengabdian masyarakat bagi mahasiswa melalui konsep live in di desa binaan Bakti BCA.

Sepanjang Juli 2026, mahasiswa terpilih akan tinggal bersama masyarakat desa dan menjalankan berbagai inovasi sosial untuk mendukung pengembangan desa wisata.

Dengan kombinasi panorama alam, budaya lokal, keramahan masyarakat, hingga geliat UMKM yang terus berkembang, Desa Wisata Patakbanteng perlahan tumbuh menjadi salah satu destinasi unggulan baru di kawasan Dieng.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pegunungan sekaligus merasakan hangatnya budaya lokal, Desa Patakbanteng bisa menjadi pilihan menarik untuk masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru