Peristiwa

Begini kronologi penyebaran Covid-19 di pabrik Sampoerna Surabaya

Jumat, 01 Mei 2020 | 07:00 WIB Sumber: Kompas.com
Begini kronologi penyebaran Covid-19 di pabrik Sampoerna Surabaya

ILUSTRASI. Aktivitas di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) PT HM Sampoerna Tbk di Surabaya, Jawa Timur.

KONTAN.CO.ID - SURABAYA. Meninggalnya dua karyawan positif Covid-19 pabrik rokok PT HM Sampoerna di Surabaya berimbas pada kondisi karyawan lainnya dan operasional pabrik. Ratusan karyawan harus diisolasi. Sedangkan kini, pabrik rokok Sampoerna di Surabaya ditutup untuk sementara.

Berawal dari meninggalnya dua karyawan positif Covid-19

14 April 2020, dua orang karyawan pabrik rokok PT HM Sampoerna Surabaya meninggal dunia. Dua karyawan itu dinyatakan positif corona. Sebelumnya, keduanya sempat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, karyawan itu sempat diminta melakukan isolasi lantaran berstatus PDP. Namun, kenyataannya dua pasien tersebut tetap bekerja.

Baca Juga: Karyawan positif covid-19, HM Sampoerna karantina rokok sebelum didistribusikan

"Sebetulnya dia (pasien) saat itu statusnya sudah PDP. Tapi dia kerja jadinya nulari (menularkan)," kata Risma, Kamis (30/4/2020).
Pasien itu kemudian dinyatakan positif corona. Keduanya meninggal dunia.

Pabrik ditutup sementara

Menyusul kejadian tersebut, sejak 27 April 2020, PT HM Sampoerna menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik. Direktur PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita menjelaskan, penghentian sementara bertujuan melakukan pembersihan dan sanitasi menyeluruh di area pabrik. Sesuai arahan, pihak manajamen melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh fasilitas pabrik.

Baca Juga: Efek Covid-19, mayoritas karyawan HMSP di pabrik Rungkut Surabaya karantina mandiri

Tak hanya itu, mereka pun melacak kontak dua karyawannya yang dinyatakan positif corona. Setidaknya ada 500 karyawan yang diliburkan karena berpotensi tertular virus corona.
"Kami telah menyerahkan data dan informasi karyawan kami pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur," kata dia.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie


Terbaru