kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,89   -31,85   -4.36%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Berkah Imlek bagi penjual boneka barongsai


Sabtu, 25 Januari 2020 / 17:10 WIB
Berkah Imlek bagi penjual boneka barongsai
ILUSTRASI. Penjualan pernak pernik Imlek laris

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkah Tahun Baru Imlek tampaknya bisa dirasakan berbagai kalangan, tak hanya mereka yang mendapat angpao dari saudara dan kerabat. Roni misalnya. Meski bukan keturunan Tionghoa, ia meraup rezeki pada Hari Raya Imlek 2571 yang jatuh pada Sabtu (25/1) ini. 

Roni merupakan pedagang boneka barongsai goyang. Ia berjualan di kawasan Petak 9, Glodok, Jakarta Barat. Barongsai merupakan tarian tradisional China. Penari menggunakan kostum menyerupai singa.  

Boneka barongsai goyang buatan Roni berukuran sekitar 30 cm dan memiliki bahan dasarnya terbilang murah dan ramah lingkungan karena berupa olahan dari limbah boneka. Kepala barongsai terbuat dari gabus tebal. 

Baca Juga: Di Tahun Tikus Logam, ini dua sektor yang diramal bakal mentereng

Badan barongsai terbuat dari kain-kain halus berwarna warni. Bagian di samping mata boneka diberi dua lampu kecil yang jika kabelnya disambungkan, lampu menyala dan berganti warna. 

Roni mengaku sehari bisa membuat 2 kodi atau 40 boneka barongsai. "Pengerjaannya sehari 2 kodi boneka. Imlek begini bisa menjual 3 kodi atau 60 boneka," jelas Roni.

Nah, untuk satu boneka biasa dijualnya seharga Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Ia pun memetik keuntungan Rp 7.000 per boneka dengan harga jual seperti itu. 

"Lumayan kalau imlek memang jualan barongsai terus. Kadang dapat keuntungan Rp 400.000 sampai Rp 450.000," ujar dia. Pada hari biasa, jika bukan perayaan Imlek, ia tetap berjualan boneka goyang tetapi bentuknya bukan barongsai. 

Boneka buat pria 33 tahun itu tampak disukai banyak kalangan. Salah seorang pembeli, Yanti, menyebutkan tertarik membeli barongsai goyang karena unik dan lucu. "Lucu gitu bentuknya, kecil. Terus mulutnya bisa buka tutup, lampunya juga nyala," ujar Yanti. 

Yanti yang bukan warga keturunan Tionghoa ini merasa penasaran untuk memiliki mainan barongsai itu. "Ingin punya saja, karena kan barongsai juga udah enggak anehlah buat kita-kita semua. Jadikan mainan di kamar saja," ujar dia. (Ryana Aryadita Umasugi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjual Barongsai Mainan Raup Untung Saat Perayaan Imlek".




TERBARU

Close [X]
×