kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45746,35   9,63   1.31%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Blanko E-KTP langka, Ridwan Kamil bakal cek ke Kemendagri


Rabu, 14 Agustus 2019 / 11:57 WIB
Blanko E-KTP langka, Ridwan Kamil bakal cek ke Kemendagri
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait kelangkaan blanko e-KTP di Jawa Barat. Saat ini, Ridwan akan menelaah dulu sebab menipisnya stok blanko e-KTP yang membuat warga di sejumlah daerah harus antre panjang.

"Karena blanko ini suplainya dari Kemendgari, saya akan rapatkan, karena dulu bahasa dari pusat kan aman jumlahnya. Apakah blankonya ada di pusat tidak terakses, atau memang kita meminta blankonya habis, saya akan telaah dulu," ujar Emil, sapaan akrabnya Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (14/8).

Baca Juga: Inilah peran empat tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP

Menurut Emil, seharusnya situasi ini tak terjadi. Apalagi, menjelang pemilihan presiden 2019, pemerintah pusat berkomitmen untuk memaksimalkan perekaman e-KTP.

"Tapi seharusnya tidak terjadi hal seperti ini, karena semua sudah dimaksimalkan menjelang Pilpres. Jelang Pilpres itu kan instruksinya e-KTP harus beres hampir 100 persen," kata Emil.

Adapun, soal usulan agar pengadaan e-KTP dipegang pemerintah daerah, Emil mengatakan, usulan itu mesti dikaji lebih dulu.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Barat Heri Suherman menjelaskan, kelangkaan blanko e-KTP terjadi hampir di seluruh wilayah Jawa Barat.

Ia mengatakan, hal itu disebabkan menipisnya ketersediaan blanko e-KTP di pemerintah pusat. "Memang stok di pusat menipis. Jadi setiap kabupaten kota sementara ini dijatah 500 keping per minggu. Tentu ini tidak bisa memenuhi kebutuhan," ujar Heri saat dihubungi Kompas.com.

Baca Juga: Begini cara mengajukan pembukaan kartu kredit Mandiri secara online

Berdasar informasi yang ia terima, Heri menyebut, pengadaan blanko e-KTP akan dilakukan bulan ini oleh pemerintah pusat. Selama proses berjalan, ia mengimbau masyarakat agar bisa memaksimalkan surat keterangan (Suket) sementara.

"Masyarakat itu biasanya kecewa, karena Suket enggak diterima di pelayanan lain. Kalau ada lembaga lain yang tidak melayani Suket, kita akan tegur," kata Heri.

Kabupaten Bandung Sebelumnya, antrean pembuatan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung menjadi perbincangan hangat di dunia maya.

Dalam akun Instagram @infotidayeuhkolot, warga terlihat mengantre hingga mengular ke luar kantor. Lantaran lama menunggu, warga pun berinisiatif menyusun barisan antrean dengan menaruh sejumlah benda seperti helm, tas, batu, hingga botol minuman.

Baca Juga: Munas Golkar, Pengamat: Airlangga Hartarto lebih punya peluang

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bandung Salimin menjelaskan, antrean tersebut disebabkan terbatasnya pasokan blanko e-KTP dari Kemendagri.

Ia mengatakan, stok blanko e-KTP di Kemendagri sangat sulit didapat setelah pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019. "Setiap seminggu sekali seluruh kabupaten kota hanya diberi kuota 500 keping. Bayangkan kebutuhan kita yang siap cetak per hari ini sebanyak 90.000 orang," ujar Salimin saat dihubungi, Selasa (13/8).

Dengan kuota hanya 500 keping tiap minggu, sambung Salimin, pihaknya hanya mampu melayani 100 orang pemohon tiap harinya. Padahal setiap hari ada lebih dari 250 warga yang mengajukan pencetakan e-KTP. (Dendi Ramdhani)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Blanko E-KTP Langka, Ridwan Kamil Bakal Cek ke Kemendagri",
 




TERBARU

Close [X]
×