BMKG keluarkan peringatan dini waspada La Nina, curah hujan bisa 70% di atas normal

Rabu, 20 Oktober 2021 | 00:05 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
BMKG keluarkan peringatan dini waspada La Nina, curah hujan bisa 70% di atas normal

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk waspada terhadap kedatangan La Nina menjelang akhir tahun ini.

Berdasarkan monitoring BMKG terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian Tengah dan Timur, saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina.

"Kondisi ini berpotensi untuk terus berkembang dan kita harus segera bersiap menyambut kehadiran La Nina 2021/2022 yang diprakirakan akan berlangsung dengan intensitas lemah sedang, setidaknya hingga Februari 2022," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran pers Selasa (19/10).

Mengacu kejadian La Nina tahun 2020, hasil kajian BMKG menunjukkan, curah hujan mengalami peningkatan pada November, Desember, dan Januari terutama di wilayah Sumatra bagian Selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian Selatan, dan Sulawesi bagian Selatan.

Baca Juga: Bukan gelombang panas, ini penyebab suhu di Indonesia di atas 36°C

"La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20%-70% di atas normalnya," ungkap Dwikorita.

Dengan ada potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut, Dwikorita bilang, perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

Waspada bencana termasuk badai tropis

BMKG mengingatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait agar bersiap segera untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi terhadap peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

"Seperti banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang atau puting beliung, bahkan badai tropis," imbuh dia.

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jabodetabek hujan, waspada petir

Menurut BMKG, sebagian wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan mulai Oktober. Pada akhir Desember nanti, BMKG memperkirakan, 96,8% wilayah Indonesia memasuki musim hujan.

Bulan ini, BMKG menyebutkan, beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan sedang mengalami periode transisi atau peralihan musim, dari musim kemarau ke musim hujan. 

"Pada periode peralihan musim ini, perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrem yang sering muncul, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang, meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi," ungkap Dwikorita. 

"Kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan ini selain wilayah-wilayah yang langganan atau berpotensi banjir dan longsor, lebih waspada lagi pada periode puncak musim hujan yang diprediksi akan dominan terjadi pada Januari dan Februari 2022," tambahnya.

Selanjutnya: BMKG: Suhu di Indonesia alami peningkatan, tapi bukan gelombang panas

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru