BMKG Perbarui Data Gempa Terkini di Pasaman Barat, 3 Orang Meninggal

Jumat, 25 Februari 2022 | 13:51 WIB Sumber: TribunNews.com,Kompas.com
BMKG Perbarui Data Gempa Terkini di Pasaman Barat, 3 Orang Meninggal

ILUSTRASI. BMKG Perbarui Data Gempa Terkini di Pasaman Barat, 3 Orang Meninggal


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa bumi terkini yang terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Gempa bumi terkini di Pasaman Barat ini menimbulkan korban jiwa.

Dilansir dari Kompas.com, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya memperbarui data gempa bumi yang terjadi di Pasaman Barat, Sumatera Barat dari magnitudo 6,2 menjadi magnitudo 6,1. "Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter dengan magnitudo 6,2, kemudian kami update 6,1," kata Dwikorita dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (25/2/2022).

Dwikorita mengatakan, episenter gempa terkini terletak pada koordinat 0,14 derajat LU, 99,94 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 kilometer timur laut wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada kedalaman 10 kilometer.

Ia mengatakan, gempa terkini di Pasaman Barat tersebut merupakan jenis gempa kerak dangkal akibat aktivitas patahan aktif atau sesar Sumatera. "Hasil analisi sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme geser (strike slip)," ujarnya.

Dwikorita mengatakan, guncangan gempa terkini dirasakan di daerah Pasaman Barat VI MMI dan Pasaman dengan skala intensitas V MMI yaitu getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. Sementara itu, di Agam, Bukitttinggi, dan Padang Panjang, dengan skala intensitas IV MMI yaitu pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, dan Gunung Sitoli, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sumatra Barat, Terasa hingga Singapura dan Malaysia

Di Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan, dan Bangkinang, dengan skala intensitas II MMI, getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan, hingga pukul 10.00 WIB tercatat 15 kali gempa susulan usai guncangan Gempa Bumi bermagnitudo 6,1. "Hingga 10.00 WIB BMKG melaporkan telah terjadi 15 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi terbesar 4,2," ucap dia.

Korban gempa terkini di Pasaman Barat

Dilansir dari TribunPadang.com, gempa terkini di Pasaman Barat menyebabkan tiga warga meninggal dunia dan 30 orang luka-luka. Korban gempa terkini itu adalah warga di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumbar, Jumat, (25/2/2022).

Korban meninggal dunia dan luka-luka diakibatkan terimpit bangunan yang roboh akibat gempa terkini yang terjadi pada Jumat pagi. "Terdapat tiga orang meninggal dunia dan 30 orang luka-luka di Kecamatan Tigo Nagari" ungkap Kepala Pelaksanan (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman, Alim Bazar, saat dihubungi TribunPadang.com, Jumat.

Korban luka-luka dan meninggal dunia akibat gempa terkini di Pasaman Barat saat ini berada di Puskemas Ladang Panjang. Alim mengatakan, saat ini situasi di Puskesmas Ladang Panjang masih dalam kepanikan, akibat masih terjadi beberapa kali gempa susulan setelah gempa kedua berkekuatan M 6,2.

"Sebagian pasien masih ada yang berada di luar ruangan puskesmas, akibat masih ada gempa susulan, dan daya tampung puskesmas yang sedikit," ujar Alim Bazar.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Pasaman untuk mendirikan tenda darurat bagi korban gempa. Alim menambahkan, untuk saat ini data pasti kerusakan dan korban akibat gempa belum bisa diketahui.

Personel dari BPBD Pasaman masih berada di lokasi untuk memantau keadaan. Sementara, terkait longsor yang terjadi di Nagari Malapah, Alim belum bisa memastikan kejadian tersebut. "Saat ini saya sedang berada di Puskesmas Ladang Panjang untuk melihat situasi korban, selanjutnya akan menuju ke Nagari Malapah," ujar dia.

 

Itulah informasi gempa terkini di Pasaman Barat. Semoga tidak terjadi gempa susulan yang besar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto

Terbaru