Nusantara

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Kalteng hingga 16 April, Ini Wilayah Rawan

Rabu, 15 April 2026 | 13:23 WIB
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Landa Kalteng hingga 16 April, Ini Wilayah Rawan

ILUSTRASI. BMKG (Dok/BMKG.go.id)


Reporter: kompas.com  | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga 16 April 2026. 

Kondisi ini dipicu oleh fenomena gelombang Kelvin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di seluruh daerah. 

Prakirawan BMKG dari Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhammad Ihsan Sidiq, mengungkapkan bahwa gelombang Kelvin diprediksi aktif di wilayah Kalteng dalam periode empat hari sejak 13 April lalu. 

“Dalam prediksi kami, gelombang Kelvin aktif di wilayah Kalteng sejak tanggal 13 April 2026 dan diprediksi hingga 16 April 2026,” kata Ihsan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/4/2026). 

Faktor Pendukung Pertumbuhan Awan Hujan 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Maluku Utara 15 April 2026: Ternate dan Halmahera Berawan

Ihsan menjelaskan bahwa aktivitas gelombang Kelvin di Kalteng diperkuat dengan adanya daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi). 

Fenomena ini secara mekanis mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di atmosfer. 

Selain itu, kelembapan udara yang tinggi serta labilitas atmosfer yang kuat turut mendukung terbentuknya awan konvektif skala lokal. 

Hal inilah yang memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat.

“Sejumlah wilayah diperkirakan terdampak cuaca ekstrem, di antaranya Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, hingga Murung Raya. Pada 14 hingga 16 April, potensi cuaca ekstrem meluas hampir ke seluruh kabupaten/kota di Kalteng, termasuk Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Barito Raya, Kapuas, hingga Palangka Raya,” jelasnya. 

Waspada Dampak Banjir dan Pohon Tumbang 

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa meskipun hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal dengan durasi singkat, namun intensitasnya sangat tinggi dan sering kali disertai petir serta angin kencang atau angin puting beliung.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. 

“Warga perlu waspada dengan dampak cuaca ekstrem yang ditimbulkan dengan terus memantau perkembangan informasi cuaca demi meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun tinggal di daerah rawan bencana,” ujar Ihsan.

Baca Juga: Prediksi UKT IPB 2026 Semua Jurusan S1, Calon Mahasiswa Baru Wajib Tahu!

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/04/15/092235478/waspada-gelombang-kelvin-cuaca-ekstrem-intai-seluruh-wilayah-kalteng-hingga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru