KONTAN.CO.ID - Jakarta. Suhu panas menyengat terjadi di Jakarta, Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah lain di Indonesia sekitar sepekan terakhir pada pertengahan Maret 2026 ini. Apakah Indonesia mengalami gelombang panas atau heat wave? Lalu sampai kapan suhu panas menyengat akan terjadi?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hal yang lazim terjadi dan bukan gelombang panas.
Penyebab Cuaca Panas di Indonesia
Menurut BMKG, suhu panas yang dirasakan masyarakat dipicu oleh fenomena gerak semu tahunan Matahari. Kondisi ini terjadi ketika posisi semu Matahari berada di sekitar garis ekuator dan relatif dekat dengan wilayah Indonesia.
Akibatnya, penyinaran Matahari pada siang hari menjadi lebih optimal dan terasa lebih terik.
Selain itu, beberapa faktor lain turut memperkuat kondisi panas, antara lain:
- Tutupan awan yang berkurang pada siang hari
- Angin yang relatif lemah
- Pemanasan permukaan yang lebih maksimal
Kombinasi faktor tersebut membuat suhu udara terasa lebih panas dibandingkan hari biasanya, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Tonton: Serangan Drone Guncang Dubai & Ladang Minyak Dunia
Sampai Kapan Cuaca Panas Terjadi?
BMKG memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung hingga April 2026.
Fenomena suhu panas ini umumnya terjadi dalam dua periode, yaitu:
- Maret hingga April
- September hingga Oktober
Memasuki April, beberapa wilayah di Indonesia juga mulai memasuki musim kemarau. Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan berkurang dan curah hujan menurun, sehingga radiasi Matahari semakin intens.
Apakah Ini Gelombang Panas?
BMKG menegaskan bahwa kondisi ini bukan gelombang panas (heatwave).
Fenomena yang terjadi saat ini masih tergolong normal untuk wilayah tropis seperti Indonesia. Berbeda dengan wilayah subtropis, gelombang panas biasanya ditandai dengan suhu ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Di Indonesia, suhu udara cenderung lebih stabil dan masih disertai pembentukan awan serta potensi hujan.
Namun, suhu panas bisa terasa lebih menyengat di wilayah perkotaan akibat fenomena urban heat island, yaitu kondisi di mana area terbangun menyimpan panas lebih lama.
Tonton: Test Drive Changan Lumin : Mobil Listrik Mungil Penakluk Kemacetan
Wilayah dengan Suhu Tertinggi
BMKG mencatat beberapa wilayah mengalami suhu maksimum cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir:
- Papua Selatan (7 Maret 2026): 37,5°C
- Kalimantan Tengah (9 Maret 2026): 35,8°C
- Papua Selatan (10 Maret 2026): 37,0°C
- Jawa Timur (11 Maret 2026): 35,4°C
- Kalimantan Tengah (12 Maret 2026): 35,6°C
- Jawa Barat (13 Maret 2026): 37,2°C
- DKI Jakarta (14 Maret 2026): 35,6°C
- Jawa Timur (15 Maret 2026): 35,0°C
- Jawa Timur & Banten (16 Maret 2026): 34,8°C
Meski demikian, suhu tersebut masih dalam kisaran normal yang pernah terjadi sebelumnya di Indonesia.
Tonton: BI Tegaskan Pembelian Tunai Dollar AS Tak Dibatasi, Hanya Perlu Dokumen
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan bahwa cuaca panas dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti kelelahan panas hingga heatstroke, terutama bagi kelompok rentan.
Untuk itu, masyarakat diimbau:
- Memperbanyak konsumsi air putih
- Membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari
- Menggunakan pelindung seperti topi atau payung
- Waspada terhadap gejala seperti pusing, lemas, dan mual
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi cuaca resmi karena kondisi atmosfer masih dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Baca Juga: Wisata Kuliner Bandung: Jangan Lewatkan 7 Destinasi Terbaik Ini Saat Mudik!
Kesimpulan
Cuaca panas yang melanda Indonesia pada Maret 2026 merupakan fenomena alam yang normal akibat posisi Matahari yang berada dekat ekuator. Meski bukan gelombang panas, masyarakat tetap perlu waspada dan menjaga kesehatan selama beraktivitas di tengah suhu terik.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/19/073000165/bmkg-ungkap-penyebab-cuaca-panas-di-indonesia-sampai-kapan-terjadi-?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News