Bisnis

Bulog DKI dan Banten jalin kerjasama dengan Pemprov Banten sediakan beras fortivit

Sabtu, 26 September 2020 | 11:30 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Bulog DKI dan Banten jalin kerjasama dengan Pemprov Banten sediakan beras fortivit

ILUSTRASI. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten menjalin kerjasama dengan Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten dalam penyediaan Beras Berfortivikasi (Beras Fortivit).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten menjalin kerjasama dengan Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten dalam penyediaan Beras Berfortivikasi (Beras Fortivit).

Inisiasi kerjasama ini merupakan upaya Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten yang dipimpin Aan Muawanah untuk membantu pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Tangerang untuk mengatasi pengentasan masalah Daerah Rentan Rawan Pangan yang merupakan bagian dari Penanganan Rawan Pangan.

“Kami sudah meminta Bulog DKI Jakarta dan Banten untuk menyediakan sebanyak 6.250 kilogram (kg) beras Fortivit dalam rangka menjalankan program pengentasan daerah rentan rawan pangan di Provinsi Banten”, kata Aan Muawanah dalam keterangannya pada Jum’at (25/09).

Pimpinan Wilayah Bulog DKI Jakarta dan Banten M. Suyamto mengatakan Perum Bulog selalu tanggap dengan program utama Presiden yaitu pengentasan masalah Stunting yang merupakan salah satu bagian dari Indikator Pemetaan Daerah Rawan  Pangan, maka dari itu Perum Bulog menghadirkan produk Beras Berfortivikasi yang mengandung banyak vitamin.

Baca Juga: Mentan pastikan pasokan beras mencukupi untuk kebutuhan sampai akhir tahun

Program pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan di Indonesia menjadi salah satu fokus Presiden Jokowi juga menurunkan angka bayi lahir Stunting di Indonesia yang cukup tinggi di setiap angka kelahiran.

Angka kelahiran Stunting yang tidak terkendali dapat menyebabkan lost generation (generasi penerus bangsa yang hilang).

Data Riskesdas 2018 angka prevalensi Stunting di Kabupaten Tangerang 23,20% dan berdasarkan aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau E-PPGBM per Februari 2020 angka prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang 11,60% turun setengahnya dari data Riskesdas 2018. Sementara angka prevalensi stunting di Banten 23,4%.

Sementara itu, Aan menambahkan, pemberian bantuan berupa beras Fortivit di wilayah Kabupaten Tangerang ini sesuai dengan RPJMD (2017-2022) yang dituangkan pada Renstra Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten dan di tahun berikutnya sesuai dengan Renja Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten akan diberikan kepada kabupaten/Kota lain.

Ini adalah tahun ke-3 dalam mencapai target Renstra Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten.

Baca Juga: Awal September 2020, pengadaan beras Bulog capai 931.577 ton.

Bahwa untuk Prevalensi Daerah Rentan Rawan Pangan di wilayah Kabupaten Tangerang ini Pemerintah Provinsi Banten dengan tegas mengambil langkah untuk pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan tersebut.

“Kami dari Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk melakukan pengentasan Daerah Rentan Rawan Pangan di wilayah Provinsi Banten salah satunya dengan cara memberikan beras Berfortivikasi dari Perum Bulog kanwil DKI dan Banten”, kata Aan.

Beras Fortivikasi atau beras bervitamin yang diproduksi oleh Perum Bulog merupakan beras sehat, yang diperkaya dengan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, asam folat, vitamin B12, zat besi dan seng.

 

Selanjutnya: Stok Beras Selama Pandemi

 

 

Editor: Noverius Laoli


Terbaru