Cegah Perundungan, Program Anti-Bullying Masuk Kurikulum Sekolah di Kawasan Industri

Minggu, 08 Maret 2026 | 20:40 WIB
Cegah Perundungan, Program Anti-Bullying Masuk Kurikulum Sekolah di Kawasan Industri

Wilmar jalankan program pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan di wilayah operas (Istimewa/dok)


Reporter: TribunNews  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Perusahaan agribisnis Wilmar International menjalankan program pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan yang berada di sekitar wilayah operasionalnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun lingkungan sosial yang lebih kondusif di kawasan tempat perusahaan beroperasi.

Salah satu bentuk implementasinya dilakukan melalui integrasi materi anti-bullying dalam kurikulum di Sekolah Bina Bangsa Sampit, sekolah yang dikelola perusahaan di Sampit, Kalimantan Tengah.

Program tersebut telah dijalankan sejak 2019 dan menyasar peningkatan kesadaran siswa serta lingkungan sekolah terhadap pencegahan perundungan.

Baca Juga: Perkuat Pendidikan dan Gizi di NTT, UNICEF dan DBS Foundation Berkolaborasi

Koordinator Women on Working Group (WoW) Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, mengatakan langkah tersebut bertujuan membangun karakter siswa sekaligus mencegah praktik perundungan sejak dini di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menekan potensi terjadinya perundungan sedini mungkin, sebagai bagian dari upaya melindungi dan membentuk karakter generasi muda,” ujar Sarimanah, Minggu (8/3/2026).

Materi anti-bullying dalam kurikulum tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga melalui kegiatan praktis. Siswa diajak mengenali tanda-tanda perundungan, memahami cara penanganan serta pencegahannya, hingga memberikan pendampingan bagi korban.

Program tersebut juga dikombinasikan dengan pendekatan kreatif melalui kegiatan seni. Para siswa diminta mengekspresikan pesan anti-bullying dalam berbagai pertunjukan bertema empati, persahabatan, dan saling menghargai.

Baca Juga: Dukung Pendidikan Pascabencana, Inalum Bangun Kembali SDN 49 Batang Kabung

Menurut Sarimanah, penerapan kurikulum tersebut menunjukkan dampak positif terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah.

“Kami melihat perubahan perilaku positif pada siswa, baik dalam berinteraksi maupun dalam menyelesaikan konflik secara sehat,” katanya.

Untuk memperkuat kapasitas pelaksana program, tim WoW Wilmar juga mengikuti pelatihan pencegahan kekerasan terhadap anak dan anti-bullying yang difasilitasi oleh International Labour Organization dan UNICEF.

Pelatihan tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan program serupa di sekolah lain yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Wilmar juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar upaya pencegahan perundungan dapat menjangkau lebih banyak lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Siswa Sekolah DKI Jakarta Bisa Belajar dari Rumah Saat Hujan Lebat

Sarimanah menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan mengingat kasus perundungan masih kerap terjadi di berbagai daerah.

“Jika lebih banyak pihak yang berpartisipasi, kasus bullying diharapkan dapat ditekan,” ujarnya.

Sumber: https://www.tribunnews.com/pendidikan/7801448/bangun-karakter-generasi-muda-wilmar-sosialisasikan-program-anti-bullying-kepada-siswa.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru