Cuaca buruk, nelayan Pekalongan berhenti melaut

Rabu, 08 Februari 2017 | 23:15 WIB Sumber: Antara
Cuaca buruk, nelayan Pekalongan berhenti melaut

PEKALONGAN. Ratusan nelayan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, selama tiga hari terakhir ini memilih tidak melaut akibat cuaca buruk di perairan Laut Jawa.

Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan, Sugiyo mengatakan, akibat cuaca buruk di laut berdampak aktivitas lelang ikan di TPI juga sepi, bahkan lumpuh.

"Sebagian besar kapal nelayan kecil dengan bobot di bawah 30 GTĀ kini memilih bersandar di dermaga pelabuhan karena ombak di tengah laut masih relatif cukup tinggi," katanya, Rabu (8/1).

Adapun kapal nelayan kecil yang sudah terlanjur melaut berlindung di pulau setempat sambil menunggu kondisi cuaca di laut normal.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca laut saat ini sedang tidak berpihak pada nelayan untuk mencari ikan.

"Kondisi angin kini relatif cukup kencang, yaitu sekitar 15 sampai 20 knot dengan ketinggian gelombang laut di perairan Laut Jawa bagian barat dan tengah, perairan utara Jateng hingga sebagian Jawa Timur mencapai 1,25 meter sampai 2,50 meter," katanya.

Diperkirakan kondisi cuaca buruk maupun gelombang tinggi laut ini akan berakhir sampai pertengahan Februari 2017. Adapun, saat ini para nelayan lebih memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki jaring rusak maupun beralih profesi sementara.

Dengan sepinya aktivitas lelang ikan, mengakibat harga ikan naik bervariatif, yaitu Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogram (kg). Seperti harga ikan tongkol semula Rp 18.000 kini naik menjadi Rp 22.000 per kg. Kemudian cumi ukuran besar semula seharga Rp 48.000 naik menjadi Rp 53.000 per kg.

"Kendati aktivitas lelang ikan sepi, stok ikan masih tetap terjaga dan tidak sampai menimbulkan kelangkaan karena para pedagang sebelumnya telah menyimpan ikan di cold storage milik Pemkot," katanya.

(Kutnadi)

Editor: Rizki Caturini
Terbaru