Jabodetabek

Curah Hujan Masih Tinggi, Pemprov DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 08 Februari 2026 | 14:24 WIB
Curah Hujan Masih Tinggi, Pemprov DKI Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

ILUSTRASI. BMKG prediksi hujan tinggi hingga Imlek 2026. Pemprov DKI siapkan modifikasi cuaca untuk atasi risiko banjir besar. Apa dampaknya bagi warga Jakarta? (DOK/Bank DKI)


Sumber: Kompas.com  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Pasalnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi intensitas hujan di Jakarta masih berpotensi tinggi hingga Tahun Baru Imlek 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG.

Baca Juga: Pramono Anung: Jakarta Bidik Top 50 Kota Global Dunia 2029

Data terbaru terkait proyeksi hujan hingga Tahun Baru Imlek disebut masih dinantikan untuk menentukan langkah lanjutan.

“Kami sedang menunggu untuk proyeksi berikutnya sampai dengan Imlek sehingga datanya mungkin baru hari ini akan masuk,” ujar Pramono di Cipinang Melayu, Jakarta, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan, apabila kondisi cuaca dinilai berpotensi menimbulkan dampak signifikan, Pemprov DKI tidak akan ragu mengambil langkah intervensi melalui teknologi modifikasi cuaca.

“Tapi intinya, Jakarta, kalau memang diperlukan modifikasi cuaca, kami akan melakukan,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih menjadikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu strategi dalam menghadapi potensi banjir.

Sepanjang 2026, anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan OMC mencapai Rp 31 miliar.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tahun 2025 Lebih Baik Dari Nasional

Pramono Anung menyebut, langkah tersebut dinilai krusial untuk mengurangi risiko banjir yang kerap dipicu tingginya intensitas hujan.

Pelaksanaan OMC tidak hanya difokuskan di wilayah administratif Jakarta.

Intervensi cuaca itu juga diperluas ke daerah penyangga, seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Bogor, dan Bekasi.

Menurut Pramono, upaya pengendalian curah hujan tidak akan optimal apabila hanya dilakukan di wilayah Ibu Kota tanpa melibatkan kawasan sekitar.

“Percuma mengerjakan hanya Jakarta kemudian kami mendapatkan kiriman yang cukup besar. Sehingga dilakukan secara keseluruhan. Tetapi memang fokus utamanya adalah Jakarta,” ujar Pramono saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, Selasa (28/1/2026).

Selanjutnya: Amankan Penerimaan, Purbaya Akui Tahan Pencairan Restitusi Pajak Hingga Rp 7 triliun

Menarik Dibaca: 6 Alasan Tidur Bisa Bikin Berat Badan Turun yang Jarang Diketahui

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru