Jawa Tengah

Dana nasabah Rp 1 miliar di BPR Salatiga hilang, ini cerita lengkapnya

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 10:31 WIB Sumber: Kompas.com
Dana nasabah Rp 1 miliar di BPR Salatiga hilang, ini cerita lengkapnya

ILUSTRASI. ilustrasi. Dana nasabah Rp 1 miliar di BPR Salatiga hilang, ini cerita lengkapnya KONTAN/Cheppy A.Muclis/04/07/2018


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus kehilangan dana nasabah bank kembali terjadi. Kali ini, kasus terjadi di Salatiga, Jawa Tengah.

Daniel Suyoko, warga Salatiga, Jawa Tengah harus kehilangan dana Rp 1 miliar yang disimpan di sebuah Bank Perkreditan Rakyat ( BPR) di wilayah Salatiga. Alasan BPR tempat Daniel menyimpan dana lantaran tak tercatat dalam sistem.

Tak terima dengan alasan itu, Daniel pun melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Salatiga. Apalagi, kata Daniel, ada kesan BPR tersebut melimpahkan masalah ke karyawannya yang kini juga raib.

Merunut cerita Daniel yang dilansir dari kompas.com, (28/10) kasus ini  berawal saat Daniel menyimpan uang sebesar Rp 1,25 miliar di BPR tersebut. 

Baca Juga: Waspadai penipuan modus social engineering, kasus nasabah Jombang contohnya

Namun, ketika hendak mengambil dana miliknya, Daniel menyebut, salah seorang karyawan yang berinisial SAS di BPR tersebut menyarankan dirinya ntuk mengambil dananya secara bertahap. 

Pada tanggal 20 Mei 2019, Daniel pun lantas  menarik dana miliknya Rp 250 juta dibantu oleh SAS, meski SAS sejatinya sudah keluar dari pekerjaannya pada Oktober 2018. 
Menurut kuasa hukum Daniel, Emanuel Kristian Zebua, saat itu kliennya mendapatkan buku tabungan baru dari SAS dengan saldo Rp 1 miliar. "Namun saat akan diambil, oleh seorang karyawan diminta mengambil bertahap. Akhirnya yang diambil Rp 250 juta pada 20 Mei 2019, sehingga saldo masih Rp 1 miliar," jelasnya usai melapor di Mapolres Salatiga, Rabu (28/10). 

Semakin aneh, meski SAS sudah keluar dari BPR, SAS masih bisa mengeluarkan buku tabungan resmi dari BPR lengkap dengan nomor dan cap stempel. Bahkan buku tabungan tersebut juga diakui resmi dikeluarkan oleh BPR tersebut. 

Baca Juga: Kronologi uang nasabah bank sebesar Rp 44 juta raib dalam 11 menit

"Anehnya, meski sudah keluar dari pekerjaannya pada Oktober 2018, SAS bisa mengeluarkan buku tabungan resmi dari BPR. Di buku itu ada nomor buku, cap stempel, dan tanda tangan. Buku ini diakui resmi dan asli keluaran BPR," kata Zebua. 

Editor: Adi Wikanto


Terbaru