Jabodetabek

Depok masuk zona merah penularan virus corona (Covid-19)

Jumat, 07 Agustus 2020 | 11:26 WIB Sumber: Kompas.com
Depok masuk zona merah penularan virus corona (Covid-19)

ILUSTRASI. Seorang warga melintas di depan mural tentang COVID-19 di Pangkalan Jati Baru, Depok, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kota Depok kini ditetapkan sebagai salah satu dari 13 kota dan kabupaten di Indonesia yang tergolong sebagai zona merah penularan Covid-19. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menganggap kondisi itu terjadi karena tingginya mobilitas warga, utamanya ke luar kota. 

"Warga Depok itu komuter (pelaju), 60 persen bergerak ke luar (kota)," ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/8/2020) pagi. 

"Penambahan kasus saat ini terjadi lebih banyak dari dampak tingginya pergerakan orang, terutama mereka yang bekerja di perkantoran dan berpotensi menularkan Covid-19 dalam lingkungan keluarga," tambah Dadang. 

Baca Juga: Brasil anggarkan US$ 360 juta untuk vaksin virus corona dari AstraZeneca

Data menunjukkan, sejak akhir Juli 2020 hingga sekarang, Kota Depok mengalami lonjakan pesat kasus aktif/pasien yang dirawat akibat terinfeksi virus Corona. Dalam sepekan terakhir, kasus aktif Covid-19 di Depok naik 65 persen atau sebanyak 123 pasien. Bila menilik grafiknya, temuan kasus baru per hari jauh lebih tinggi dibanding tingkat kesembuhan. 

Dadang berdalih, penambahan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Depok melainkan juga Jabodetabek dan beberapa daerah lain. "Jumlah kasus ini tentunya fluktuatif dari waktu ke waktu," kata dia. 

Di tingkat nasional, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mendesak kepala daerah 13 kota dan kabupaten zona merah agar melakukan langkah ekstra supaya tak lagi menjadi zona berisiko tinggi penularan virus corona. 

Sementara itu, Dadang menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya membuat langkah-langkah taktis terkait hal ini dengan para camat. Ia tidak bicara soal melakukan sebanyak-banyaknya pelacakan dan isolasi pasien positif Covid-19. "Yang kami lakukan saat ini, sesuai arahan Ketua Gugus Tugas, menguatkan kembali upaya pencegahan dan penanganan pada level RW/ Kampung Siaga," jelas Dadang. 

Baca Juga: Inilah 5 obat darah tinggi dan aturan penggunaannya

"Terus mengingatkan dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan, baik individu seperti penggunaan masker, maupun di aktivitas kantor, tempat umum, dan tempat kerja lainnya," pungkasnya. 

Ketiadaan transparansi Pemkot Depok soal jumlah tes PCR harian membuat lonjakan kasus Covid-19 di Depok tidak diketahui sebagai akibat pelacakan yang kian masif atau penularan yang semakin membahayakan. 

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Depok menjadi kota dengan jumlah kasus Covid-19 tertinggi dengan total laporan 1.371 kasus. Sebanyak 1.010 pasien di antaranya dinyatakan pulih dan 51 orang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Depok Zona Merah Covid-19 Nasional, Pemkot: 60 Persen Warga Bergerak ke Luar Kota"

Editor: Handoyo .


Terbaru